Jumat, 30 Oktober,2026

Posyandu Seruni Kota Kediri Dinilai Mampu Libatkan Santri dalam Pelayanan Masyarakat

Kediriwae – Posyandu Seruni di lingkungan Pondok Pesantren Wali Barokah, Kota Kediri, Jawa Timur, mendapat apresiasi dalam penilaian lomba posyandu tingkat kota. Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat, posyandu tersebut dinilai mampu menanamkan kepedulian sosial kepada para santri.

Dalam kunjungan penilaian tersebut, tim melihat keterlibatan pondok pesantren tidak hanya terbatas pada pelayanan kepada santri, tetapi juga menyentuh kebutuhan masyarakat di sekitarnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kediri Faiqoh Azizah Muhammad mengatakan, keterlibatan santri dalam kegiatan posyandu menjadi salah satu hal yang menarik. Mereka tidak hanya diajak untuk peduli terhadap lingkungan sekitar, tetapi juga belajar melayani masyarakat secara langsung.

Menurut dia, Posyandu Seruni memiliki aktivitas pelayanan yang cukup tinggi. Meski demikian, posyandu lain yang masuk dalam penilaian juga dinilai memiliki keunggulan masing-masing.

“Khidmah dari Pondok Pesantren Wali Barokah lewat gerakan posyandu ini semoga bisa menjadi percontohan bagi posyandu lainnya untuk lebih memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).

Ia menjelaskan, pendampingan posyandu di Kota Kediri melibatkan berbagai pihak, mulai dari dinas kesehatan, puskesmas, hingga Tim Penggerak PKK dan kader di tingkat kelurahan.

Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mendukung program Pemerintah Kota Kediri, termasuk upaya menekan angka stunting. Pendampingan juga diharapkan membuat kebutuhan dan keluhan masyarakat lebih cepat ditindaklanjuti.

Dalam kunjungan itu, ia turut memberikan masukan terkait penyediaan makanan bagi anak-anak. Menu yang disajikan perlu memperhatikan aspek kesehatan dan kandungan bahan yang digunakan, termasuk penggunaan penyedap rasa atau MSG.

Selain makanan, kemasan juga menjadi perhatian. Penyajian yang menarik sebaiknya tetap mempertimbangkan keamanan bahan dan dampaknya terhadap lingkungan.

Menurut dia, penggunaan kemasan perlu disesuaikan dengan upaya Kota Kediri mengurangi sampah. Kegiatan diharapkan tidak hanya memperhatikan tampilan, tetapi juga memilih kemasan yang lebih ramah lingkungan.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan Posyandu di Kota Kediri. Selain fasilitas dan program, keberadaan kader menjadi faktor penting dalam memastikan pelayanan berjalan secara berkelanjutan.

“Kader adalah nyawa saya. Bagaimanapun, kader itu yang terbaik,” katanya.
Posyandu Seruni di Ponpes Wali Barokah Kediri Layani Balita hingga Lansia

Pengasuh Pondok Pesantren Wali Barokah Kiai Sunarto mengatakan Posyandu Seruni menjadi salah satu lokasi penilaian lomba Posyandu tingkat Kota Kediri. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pelayanan dan mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia menjelaskan Posyandu Seruni menerapkan konsep integrasi layanan primer (ILP), yang tidak hanya mencakup pelayanan kesehatan, tetapi juga terintegrasi dengan sejumlah bidang pelayanan dasar lainnya.

Menurut dia, pelayanan Posyandu tersebut mencakup enam meja pelayanan yang mendukung kebutuhan masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga layanan pendukung di bidang pendidikan dan sosial.

Keberadaan posyandu di lingkungan pesantren juga didukung keterlibatan sejumlah kader dari kalangan pondok. Selain itu, pesantren turut menyediakan sarana pendukung untuk kegiatan pembinaan anak, termasuk fasilitas pendidikan taman kanak-kanak (TK).

“Keberadaan Posyandu Seruni ini berada di lingkungan pondok sebagian kadernya juga berasal dari pondok, sasarannya mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita sampai lansia,” jelasnya.

Untuk kelompok balita, jumlah sasaran yang dilayani di Posyandu Seruni diperkirakan mencapai hampir 50 anak. Sementara itu, pelayanan bagi lansia menjangkau sekitar 30 orang.

Pelayanan lansia dilakukan secara berkala, termasuk melalui kegiatan kesehatan dan aktivitas fisik. Posyandu juga mendukung upaya pencegahan masalah kesehatan melalui edukasi dan pemberian perhatian terhadap kebutuhan kelompok usia lanjut.

Dalam upaya mendukung kesehatan ibu dan anak, Posyandu Seruni turut memberikan perhatian pada pencegahan stunting, antara lain melalui pemberian makanan tambahan serta dukungan pemenuhan kebutuhan gizi sesuai sasaran pelayanan.

Pengasuh pondok berharap proses penilaian Posyandu dapat memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya untuk menentukan peringkat peserta, tetapi juga menjadi sarana memperoleh masukan dan pendampingan guna memperbaiki kualitas pelayanan.

Ia mengatakan pihak pesantren terbuka terhadap evaluasi dari tim penilai, baik berupa apresiasi atas praktik yang sudah berjalan maupun masukan terhadap aspek yang masih perlu ditingkatkan.

Melalui pelayanan yang menjangkau berbagai kelompok usia tersebut, Posyandu Seruni diharapkan dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di lingkungan pesantren dan sekitarnya. (*)

BERITA TERBARU