Senin, 12 Oktober,2026

Siswi SMK TI Pelita Nusantara Raih Medali Perak Olimpiade Bahasa Indonesia

Kediriwae – Prestasi membanggakan diraih Gysella Felicia Putri, siswi kelas X SMK TI Pelita Nusantara Kediri, Jawa Timur. Pelajar berusia 15 tahun itu berhasil meraih medali perak dalam Olimpiade Bahasa Indonesia tingkat nasional.

Gysella mengikuti olimpiade secara daring pada 20 September 2026. Ia mengaku awalnya mengetahui informasi olimpiade tersebut dari media sosial Instagram dan ajakan teman yang lebih dulu mengikuti lomba.

“Saya lihat teman saya yang ikut olimpiade ini, terus saya tanya bagaimana cara daftarnya. Pas lihat ada mata pelajaran Bahasa Indonesia, saya tertarik untuk ikut,” ujar Gysella, Selasa (6//10/2026).

Menurutnya, pelaksanaan olimpiade cukup menantang. Peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti ujian sesuai mata pelajaran yang dipilih. Gisela menyebut jumlah peserta yang mengikuti olimpiade tersebut mencapai lebih dari 200 orang.

Menariknya, ia tidak memiliki persiapan panjang. Ia hanya membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti ujian.

“Belajarnya sekitar dua minggu. Saya pelajari lagi materi-materi sebelumnya, karena dulu pernah les. Saya juga melihat materi-materi di YouTube,” katanya.

Ia sebelumnya juga pernah mengikuti olimpiade mata pelajaran lain, seperti Matematika, IPA, dan IPS. Namun, baru pada olimpiade Bahasa Indonesia kali ini ia berhasil membawa pulang medali.

“Sebelumnya memang pernah ikut olimpiade, tapi Bahasa Indonesia baru ini,” ucapnya.

Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi pengalaman baru bagi Gysella. Ia mengaku baru belakangan ini memiliki ketertarikan lebih terhadap Bahasa Indonesia. Keikutsertaannya dalam olimpiade juga menjadi cara untuk menguji kemampuan yang dimilikinya.

“Untuk menguji kemampuan saya juga,” katanya.

Sementara itu, Gysella mengaku masih ingin mengikuti olimpiade Bahasa Indonesia. Target berikutnya adalah meningkatkan capaian dari medali perak menjadi medali emas.

“Inginnya fokus ikut Olimpiade Bahasa Indonesia lagi agar dapat yang emas,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari keluarga. Gysella mengatakan orang tuanya terus memberikan motivasi agar dirinya tidak berhenti mencoba dan kembali mengikuti kompetisi.

Setelah prestasinya diketahui teman-teman sekolah, Gysella juga mengajak mereka untuk lebih aktif mengikuti lomba. Bahkan, sejumlah teman mengajaknya makin rajin belajar bersama setelah pelaksanaan olimpiade.

Gysella merupakan anak kedua dari dua bersaudara, putri pasangan Adi Susanto dan Ani Tri Asmawati. Ia tinggal di wilayah Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Selain mengejar prestasi, Gysella juga telah memiliki rencana untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah lulus dari SMK TI Pelita Nusantara. Ia bercita-cita melanjutkan kuliah di Universitas Brawijaya (UB).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK TI Pelita Nusantara Kediri, Triantoro, mengaku bangga dengan prestasi yang diraih Gysella.

Menurut dia, capaian tersebut turut membawa nama sekolah dalam ajang kompetisi tingkat nasional.

“Saya sangat bangga sekali dan menyenangkan menerima kabar yang baik. Karena Olimpiade Bahasa Indonesia ini membuat nama SMK TI tercantum di dalamnya,” ujar Triantoro.

Ia menyampaikan apresiasi dari pihak sekolah dan pihak sekolah juga berharap prestasi tersebut dapat dipertahankan sekaligus ditingkatkan pada kompetisi berikutnya.

“Dari kepala sekolah juga menyampaikan bangga. Harus dipertahankan ke depannya untuk prestasi-prestasinya,” katanya.

Triantoro menilai keberhasilan siswa dalam berbagai kompetisi tidak lepas dari kemampuan sekolah dalam mengenali potensi setiap anak.

Menurut dia, setiap siswa memiliki bakat berbeda yang perlu didukung agar dapat berkembang.

Ia juga berharap prestasi Gysella dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk berani mengikuti berbagai kompetisi, termasuk olimpiade tingkat nasional.

“Kalau kita tidak memperhatikan, bakat itu tidak akan muncul. Tapi ketika kita bisa melihat anak ini sebenarnya bisa mengikuti lomba ini, tentunya kita akan support dan mendukung,” ujarnya.

Untuk pendampingan, sekolah mengandalkan guru mata pelajaran sesuai bidang yang diikuti siswa. Dalam bidang Bahasa Indonesia, Gysella mendapat dukungan dari guru Bahasa Indonesia di sekolah.

Ke depan, sekolah juga akan mengevaluasi berbagai kesulitan yang dihadapi siswa selama mengikuti kompetisi. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan untuk meningkatkan pembinaan dan membantu siswa lain meraih prestasi. (*)

BERITA TERBARU