Kediriwae – Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah, Kota Kediri, Jawa Timur, menekankan pentingnya penguatan iman, akhlak, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kemandirian santri dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah H. Agung Riyanto saat menjadi pembina upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diikuti ribuan santri, guru, dan pengurus pesantren di Kota Kediri, Jawa Timur.
Agung mengatakan tema HSN tahun ini, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, menegaskan bahwa santri tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga memiliki peran penting dalam menentukan masa depan Indonesia.
“Santri bukan hanya generasi yang mewarisi nilai-nilai perjuangan para ulama, tetapi juga generasi yang harus mampu melanjutkan perjuangan itu dengan ilmu pengetahuan, akhlak mulia, penguasaan teknologi, kemandirian, dan karya nyata,” katanya dalam keterangan yang diterima, Jumat (23/10/2026).
Ia menjelaskan, cita-cita Indonesia Emas tidak cukup diwujudkan melalui kemajuan ekonomi dan teknologi, tetapi juga membutuhkan masyarakat yang menjunjung kejujuran, memiliki kepedulian sosial, menjaga persatuan, serta berpegang pada nilai moral dan spiritual.
Menurut Agung, pesantren memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas melalui pendidikan agama, pembentukan karakter, kedisiplinan, dan pembinaan akhlak.
Dalam amanatnya, ia menyampaikan sejumlah pesan kepada santri, mulai dari penguatan iman dan akhlak, peningkatan kemampuan akademik, pemanfaatan teknologi secara bijak, hingga pengembangan kemandirian ekonomi.
“Maka pesan saya, santri harus jadi orang yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, berakhlak mulia dengan landasan 29 karakter luhur,” ujarnya.
Agung juga mendorong santri untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan agar mampu menghadapi perubahan zaman. Menurut dia, kesempatan belajar selama berada di pesantren perlu dimanfaatkan untuk memperdalam ilmu agama sekaligus memperluas wawasan umum.
Selain itu, santri diminta mampu mengikuti perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan dengan tetap mengedepankan tanggung jawab moral.
“Teknologi dapat digunakan untuk belajar hal-hal yang baik, positif, dan produktif. Tetapi teknologi juga dapat membawa dampak negatif apabila digunakan tanpa kendali. Maka jadilah generasi yang cerdas secara digital sekaligus kuat secara moral,” katanya.
Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Peringatan HSN setiap 22 Oktober, kata dia, menjadi pengingat atas Resolusi Jihad yang dicetuskan pada 22 Oktober 1945 serta peran ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Agung berharap semangat perjuangan tersebut dapat dilanjutkan melalui prestasi, penguasaan ilmu pengetahuan, pengabdian, dan karya nyata di tengah masyarakat.
Di bidang ekonomi, ia mendorong santri mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan agar mampu membangun kemandirian serta membuka peluang kerja. Upaya tersebut, menurut dia, perlu dilakukan tanpa meninggalkan nilai agama dan tanggung jawab sosial.
Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam upacara tersebut. Santri diharapkan membiasakan perilaku hidup bersih, mengelola sampah, melakukan penghijauan, dan menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab.
“Ukuran keberhasilan seorang santri tidak berhenti ketika ia menyelesaikan pendidikan di pesantren. Keberhasilan yang sesungguhnya akan terlihat ketika ilmu, iman, dan akhlak yang dipelajari mampu memberikan manfaat dalam kehidupan nyata,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Agung mengajak para santri menjadikan pesantren sebagai tempat pembentukan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak, mandiri, serta siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
Peringatan HSN di Ponpes Wali Barokah juga diwarnai capaian prestasi santri dalam sejumlah kompetisi olahraga, di antaranya juara pertama futsal tingkat SMP dan SMA se-Kediri Raya, juara umum Kejuaraan Kabupaten Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Kabupaten Nganjuk, juara kedua IRJ Championship Internasional di Malang, serta juara ketiga Kejuaraan Nasional Open Tournament Panglima TNI 2026 di Solo. (*)



