Sabtu, 18 April,2026

Pesantren Al Falah Beri Award Untuk Para Pejuang

Kediriwae – Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, menggelar peringatan 1 abad pesantren ini.

Dalam kegiatan yang berlangsung Rabu (1/1/2025) malam itu, juga diberikan Al Falah Award, yang merupakan penghargaan untuk para pejuang.

Penghargaan itu diberikan dalam beberapa kategori :
1. Tokoh Inspiratif: Penghargaan diberikan kepada Kyai Ma’ruf Kedunglo dan Kyai Mu’in Durenan, yang diserahkan langsung oleh Gus Umar Faruq dan Nyai Hj. Lailatul Badriyah.
2. Sanad Keilmuan: Pondok-pondok pesantren yang memiliki hubungan erat dengan Al Falah, seperti PP Gondanglegi, PP Sono Sidoarjo, dan PP Tebuireng, menerima penghargaan ini.
3. Pesantren Sahabat: PP Lirboyo Kediri mendapatkan penghargaan ini atas hubungan historis dan eratnya kerja sama antarpondok.
4. Alumni Generasi Terpanjang: Diberikan kepada Kiai Jajuli Wonosobo dan Kiai Mahalli Blitar sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka.
5.Khodimul Ma’had Berdedikasi Tinggi diberikan kepada tiga tokoh penting yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam pengabdian mereka kepada pesantren. Penerima penghargaan ini adalah KH. Ashfar Bushoir, KH. Arsyad Bushoir, dan KH. Ardani Ahmad.

Dalam kegiatan tersebut juga diberikan testimoni dan doa dari para tokoh, seperti Prof. Dr. (H.C) KH. Ma’ruf Amin, Wapres ke-13 RI, KH. Kafabihi Mahrus Pengasuh Ponpes Lirboyo, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, MA dan dua Menko dan 1 Menteri Kabinet Presiden Prabowo Dr. (H.C) Abdul Muhaimin Iskandar, Dr (H.C) Zulkifli Hasan dan Gus Syaifullah Yusuf menteri sosial (datang lebih awal) menambah kehangatan acara. dan sambutan secara virtual dari tokoh nasional seperti Kapolri dan tokoh-tokoh lainnya.

Mereka menyampaikan kesan mendalam tentang kontribusi Pondok Al Falah dalam membangun generasi dengan semboyan ‘Afdlolutthuruqi ilallah thoriqotutta’lim watta’allum.

“Pondok ini adalah salah satu bukti nyata bahwa perjuangan ulama tidak pernah sia-sia. Pesantren Al Falah adalah pabriknya kiai sejak 100 tahun lalu. Dan produk kiai itu telah membuat pabrik-pabrik lagi. Semoga Al Falah terus menjadi mercusuar ilmu dan dakwah,” kata Prof. Dr. (H.C) KH. Ma’ruf Amin, Wapres ke-13 RI.

Sementara itu, Ketua PBNU KH. Yahya Kholil Staquf yang datang lebih awal menyampaikan atas nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menghanturkan selamat 100 tahun pondok pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri.

“Telah 100 tahun pondok pesantren yang didirikan oleh Kiai Ahmad Djazuli Utsman mempersembahkan khidmah paripurna menjadi sandaran barokah ilmu bagi santri-santrinya. Meninggalkan jejak jejak berskala peradaban yang luar biasa.Masyarakat ahlusunnah wal jamaah dan jamiah Nahdlatul Ulama berhutang besar pada jasa jasa ponpes Al Falah Ploso Mojo Kediri ini dan para masayikhnya. Semoga keberkahan Al Falah dilanggengkan oleh Allah SWT,” kata KH Yahya.

Acara ditutup dengan Dawuh Masyayikh oleh KH. Nurul Huda Djazuli dan doa bersama.

Panitia acara, Gus H. M. Ma’mun mengungkapkan bahwa Harlah 100 Tahun Pondok Pesantren Al Falah Ploso bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk merenungkan perjalanan panjang pondok dalam melahirkan generasi penerus bangsa.

Dengan berbagai program dan penghargaan, acara ini menjadi bukti nyata komitmen Al Falah Ploso dalam menjaga tradisi keilmuan sambil menjawab tantangan zaman.

“Semoga peringatan ini menjadi tonggak baru dalam upaya kita melanjutkan perjuangan para pendiri, membawa pesantren menuju abad berikutnya dengan penuh khidmah dan kontribusi nyata,” pungkas Gus H. M. Ma’mun.

Hadir dalam kegiatan ini Wapres periode 2019-2024 K.H. Ma’ruf Amin, Pengasuh PP Lirboyo, Kediri, K.H. Kafabihi Mahrus, mantan Ketua PBNU K.H. Said Aqil Siradj, hingga Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinataor Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta beberapa tokoh lainnya.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri tokoh kalangan pesantren seperti KH. Abdul Hakim Mahfudz dari Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Lukman Haris Dimyathi beserta rombongan dari Pondok Pesantren Tremas.

KH Muhammad Nasih beserta rombongan dari Pondok Pesantren Mojosari. KH Hasan Abdullah Sahal Pengasuh Ponpes Gontor Ponorogo, KH.Najih Maimoen Zubair Pengasuh Ponpes Al Anwar Rembang dan juga perwakilan pesantren yang pernah dijadikan nyantri KH Djazuli Ustman. (*)

BERITA TERBARU