Kediriwae – Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, melakukan pendampingan kepada petani dalam menjaga kontinuitas permintaan ekspor buah nanas simplek ke Uni Emirat Arab (UEA).
Pengiriman itu melalui Koperasi Nanas Sumber Rejeki. Ada sebanyak 40 feet atau 20.700 buah nanas atau setara 20 ton yang dikirim.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Mohamad Solikin mewakili Bupati Hanindhito Himawan Pramana berharap ekspor nanas tersebut bisa berjalan secara rutin.
“Petani nampaknya juga siap. Tentunya harapan kita bisa berlangsung terus,” katanya usai acara pelepasan ekspor nanas di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Sabtu (15/2/2025).
Dengan adanya kepastian ekspor yang berkesinambungan tersebut diharapkan pula berdampak pada peningkatan pendapatan petani nanas.
Di Kabupaten Kediri luas lahan nanas mencapai 2.579 hektare yang tersebar di Kecamatan Ngancar, Plosoklaten dan Puncu, dengan jumlah produksi per tahun sebanyak 182.512 ton. Dari jumlah itu, 70 persen merupakan jenis queen simplek.
Pemkab yakin dengan luas lahan itu, dapat memenuhi permintaan dua kontainer dalam satu bulan tersebut.
“Dengan luasan lahan itu diharapkan nantinya masa pembuahan hingga panen bisa terus menerus,” ungkapnya.
Solikin juga mengingatkan tentang menjaga standar operasional prosedur (SOP) supaya kualitas produk buah nanas tetap terpenuhi.
Untuk mempersiapkan buah kualitas eksport tersebut mulai dari penyiapan lahan untuk budidaya, proses panen dan pasca panen harus disesuaikan dengan SOP yang telah ditentukan.
Pascapemberangkatan sekitar 20 ton nanas tersebut, dijadwalkan pada Maret mendatang bisa mulai dilakukan pengiriman dua kontainer.
Sementara itu, Mubashir selaku buyer dari PT Arab Indo Groub mengungkapkan nanas dari Kabupaten Kediri memiliki potensi dan dapat bersaing dengan nanas dari negara lain.
Setelah berkeliling dan melihat potensi buah nanas di Indonesia baik itu Lampung, Medan dan Subang pihaknya menjatuhkan pilihan nanas dari Kabupaten Kediri.
“Nanas dari jenis simplek ini dapat dipertaruhkan baik dari segi rasa, asamnya sedikit tapi manisnya lebih,” ucapnya.
Selain kualitas rasa, hal lain yang membuat tertarik yakni luasan lahan nanas di Kabupaten Kediri yang mampu memenuhi permintaan.
Selain siap menerima nanas secara berkelanjutan, tak menutup kemungkinan pihaknya juga akan melakukan permintaan buah lain seperti alpukat dari Kabupaten Kediri.
“Untuk awal nanti (di sana) akan dipasarkan ke supermarket-supermarket. Dan kalau memungkinkan tidak hanya dipasarkan di pasar Dubai, tapi juga ke Qatar, Oman dan pasar-pasar lain,” pungkasnya. (*)



