Sabtu, 2 Mei,2026

Fatayat NU Kabupaten Tulungagung Bentuk “Garda Fatayat”

Tulungagung – PC Fatayat NU Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menggelar apel akbar kader sekaligus peresmian Garda Fatayat (Garfa).

Ketua panitia acara apel akbar PC Fatayat NU Kabupaten Tulungagung Nur Mazidah mengatakan kegiatan ini sengaja digelar sebagai upaya penguatan pada kader.

“Apel Kader ini sebagai Bentuk Penguatan terhadap jiwa militansi dan loyalitas terhadap Fatayat NU,” katanya dalam acara yang digelar di GOR Lembu Peteng, Kabupaten Tulungagung, Minggu (22/12/2034).

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Tulungagung Siti Khusnul Kotimah mengatakan kegiatan ini sengaja digelar bersamaan dengan momentum Hari Ibu, 22 November.

Ia menyebut, Fatayat mengambil istilah 1.000 kader ada makna tersendiri, yakni 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang merupakan perjuangan, pengorbanan Ibu pada anaknya dititik ketika masih janin hingga berusia dua tahun.

“Maka di Hari Ibu juga Fatayat Tulungagung mengukuhkan Garfa (Garda Fatayat) menunjukkan bahwa seorang ibu muda yang mendedikasikan dirinya sebagai garda Fatayat untuk menjaga NKRI melalui Garda Fatayat, menjaga para ulama perempuan atau Ibu-ibu Nahdaltul Ulama, berperan dalam kemanusian, kerelawanan gardanya Fatayat,” jelasnya.

Ia menambahkan, visi misi dari Garda Fatayat ini ingin menciptakan masyarakat yang inklusif, sejahtera , toleransi, harmoni, sigap menghadapi perubahan dan anti kekerasan serta baldatun thoyibatun warobbun ghofur melalui program sosial dan kemanusian.

Sementara itu, Rois Syuriah PCNU Kabupaten Tulungagung KH. Muhson Hamdani menambahkan bahwa kader fatayat juga seorang ibu, sehingga sudah menjadi seharusnya untuk menjadi teladan.

“Fatayat NU yang juga adalah sebagai ibu adalah fondasi bagi keluarganya terutama bagi anak-anaknya, maka hendaknya selalu menjadi teladan dan menyiapkan diri untuk bisa menjadi benteng bagi generasi masa depan,” kata Kiai Muhson

Apel 1000 Kader dan Pengukuhan Garfa Fatayat ini adalah rangkaian pra-konferensi cabang PC Fatayat NU Tulungagung.

Rangkaian kegiatan selanjutnya adalah RIHLAH untuk para pengurus Fatayat dan HQPDL (Hataman para IHF, Qotmil Qur’an putran ke 1000 warga Fatayat, Pengukuhan Gafantara, Distribusi Kader Padus (Paduan Suara) kepada Muslimat dan Lounching Antologi Fatayat).

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan seremonial penyerahan bantuan sound system yang diserahkan lewat Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini. Selain PC Fatayat NU, hal yang sama juga diberikan untuk 19 PAC Fatayat NU se-Kabupaten Tulungagung.

PC Fatayat NU juga mendapatkan mobil operasional dari Pemprov Jawa Timur melalui asprator Wakil Ketua Komisi D DPRD Propinsi Jawa Timur KH Ahmad Tamim.

Hadir dalam kegiatan tersebut dari PW Fatayat NU Jawa Timur, perwakilan dari Kodim 0807 Tulungagung, Rois Syuriah serta Tanfidziah PCNU Tulungagung, perwakilan dari jajaran OPD Kabupaten Tulungagung, ribuan kader fatayat dan tamu undangan lainnya. (*)

BERITA TERBARU