Sabtu, 2 Mei,2026

Paguyuban Pendekar Nusantara Dukung Vinanda – Gus Qowim

Kediriwae – Paguyuban Pendekar Nusantara melakukan deklarasi mendukung calon Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan calon Wakil Wali Kota Kediri K.H. Qowimuddin Thoha (Gus Qowim) di Pilkada 2024.

Dalam mengekspresikan dukungannya, mereka menggelar ajang tarung bebas ‘Pencak Dor’ di Lapangan Dadapan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur.

Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kediri Anas Rahmanto mengatakan alasan mendukung pasangan Vinanda dan Gus Qowim di Pilkada 2024 ini, karena pasangan calon kepala daerah ini peduli terhadap seni bela diri khususnya pencak dor.

“Kami mengucapkan terima kasih atas suport mbak Vinanda. Kami berharap ikon Kota Kediri bisa terjaga. Jangan sampai dipersulit perizinannya. Kalau ada sesuatu yang menghambat, mari kita perbaiki bersama-sama, agar kegiatan Pencak Dor ini bisa kita perbaiki bersama-sama,” kata Anas Minggu (27/10/2024).

Anas merasa prihatin karena selama ini Pencak Dor kerap dicap negatif dan diidentikkan dengan aksi tawuran. Padahal perlombaan seni tarung bebas yang didirikan oleh almaghfullah KH. Abdulloh Maksum Jauhari (Gus Maksum) tersebut merupakan ikon sekaligus jati diri Kota Kediri.

“Jika ada label dan diidentikkan dengan tawuran, ini suatu kekurangan yang harus kita poles, supaya cap itu bisa hilang. Bagaimanapun juga pencak dor adalah jati diri Kota Kediri yang harus senantiasa kita lestarikan,” ajaknya.

Paguyuban Pendekar Nusantara sendiri merupakan wadah dari berbagai perguruan silat yang yang ada di Kota Kediri dan memiliki ribuan anggota. Mereka sepakat dan berikrar mendukung Mbak Vinanda dan Gus Qowim sebagai salah satu ikhtiar untuk tetap melestarikan seni budaya Pencak Dor.

Sementara itu, Vinanda merasa bersyukur dan berterima kasih atas dukungan dari Paguyuban Pendekar Nusantara. Melalui seni budaya Pencak Dor, lulusan Magister Kenotariatan Universitas Airlangga itu bisa mengambil pelajar hidup tentang semangat kebersamaan dan menjaga sikap sportivitas dalam sebuah kompetisi.

“Acara ini sangat bagus sekali. Saya berharap cara ini bisa terus dilestarikan,” terang Mbak Vinanda.

Diketahui, Pencak Dor merupakan pertandingan silat satu lawan satu yang diiringi oleh alunan musik bedug, jedhor dan dipadukan dengan rebana. Tradisi ini selalu menjadi magnet dan daya tarik bagi para pesilat.

Tak heran, apabila dalam setiap pagelaran pencak dor banyak pesilat yang datang untuk berpatisipasi maupun sebagai penonton. Tradisi ini menjadi ajang latihan tanding antar pesilat dan berlatih para atlet.

Pagelaran ini berawal dari kegelisahan Gus Maksum, cucu dari KH Manaf Abdul Karim. Dimana, saat itu marak sekali perkelahian antar pelajar di Kediri di era 90-an.

Gus Maksum menginisiasi Pencak Dor untuk menjalin silaturahmi sesama pendekar sekaligus menjadi media dakwa bagi para pemuda. (*)

BERITA TERBARU