Jumat, 17 April,2026

UNP Kediri–UTP Malaysia Kolaborasi Kembangkan Batik dan Wayang Kulit Kelurahan Dermo

KEDIRI – Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri, Jawa Timur, kolaborasi dengan Universiti Teknologi PETRONAS (UTP) Malaysia memperkuat pengembangan UMKM batik di Kampung Batik Dermo, Kota Kediri.

Kolaborasi itersebut difokuskan pada rebranding produk, inovasi desain, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) agar mampu menembus pasar internasional.

Dekan Fakultas Teknik UNP Kediri Sulistiono menilai batik Dermo, ini memiliki potensi besar. Batik ini masih memerlukan penguatan dari sisi identitas merek dan daya saing produk.

“Mahasiswa diarahkan mendesain motif batik menggunakan AI. Hasil desain ini nantinya ditawarkan kepada pengrajin di Dermo untuk dijadikan motif baru. Harapannya, Batik Dermo bisa punya branding yang lebih baik, setidaknya bisa Go ASEAN,” ujar Sulistiono dalam pengenalan budaya di Kantor Kelurahan Dermo, Kota Kediri, Sabtu 20 Desember 2025.

Selain pengembangan desain batik, mahasiswa juga mempelajari teknik membatik kain di Kelurahan Dermo, mahasiswa juga belajar membuat wayang kulit secara langsung bersama perajin lokal.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pertukaran budaya sekaligus penguatan pengabdian masyarakat berbasis kearifan lokal yang secara konsisten dikembangkan UNP Kediri.

Program pengabdian masyarakat ini melibatkan mahasiswa UNP Kediri dan UTP Malaysia yang terjun langsung mendampingi perajin batik di Kelurahan Dermo.

Mahasiswa tidak hanya mempelajari proses membatik secara tradisional, tetapi juga diarahkan menciptakan motif batik baru berbasis teknologi digital yang lebih adaptif terhadap selera pasar internasional.

Vice Provost Student Affairs UTP Malaysia, Saravanan Muthiah, mengapresiasi keterampilan masyarakat Kelurahan Dermo dalam menjaga tradisi batik yang bernilai seni tinggi.

“Kami melihat masyarakat di sini sangat cerdas dan terampil dalam bidang batik. Ini adalah pengalaman luar biasa bagi siswa kami untuk mempelajari teknik pembuatan batik yang bernilai tinggi,” kata Saravanan.

Ia menambahkan, kegiatan di Dermo merupakan kolaborasi kedua antara UTP Malaysia dan UNP Kediri.

“Kami membawa mahasiswa – mahasiswi kami untuk mengenali masyarakat di sini dengan lebih mendalam. Kami melihat masyarakat sangat aktif dan cerdas, terutama dalam bidang batik,” ujarnya.

pihaknya mengikutsertakan 30 mahasiswa dan 4 staf dari kampus UTP Malaysia dalam pengenalan budaya di UNP Kediri dan Kampung Batik Dermo. Mereka mempraktikkan langsung pembuatan batik dan wayang kulit sebagai bagian dari pelestarian budaya.

Salah satu mahasiswa UTP Malaysia, Ahmad Idzhad Hamzie Bin Fazal Anuar senang bisa ikut serta acara ini. Ia mengaku terkesan dengan pengalaman membatik langsung.

“Ini kali pertama kami dari mahasiswa UTP dan juga dari Malaysia mengalami sendiri membuat batik, mencanting batik, membuat wayang kulit dan sebagainya. Ini sememangnya satu pengalaman yang tidak bisa dilupakan,” ujarnya.

Mahasiswa UNP Kedir Dista Fatmawati juga menilai interaksi lintas budaya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Ia berharap pertukaran budaya ini membawa nilai positif terkait budaya.

“Pastinya sangat seru dan menyenangkan sekali. Di sini ada perbedaan budaya, bahasa, dan kebiasaan yang membuat perbedaannya semakin menantang,” kata mahasiswi Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer UNP Kediri ini. (*)

BERITA TERBARU