Sabtu, 18 April,2026

UNP Kediri Hadirkan Unit Layanan Disabilitas

Kediriwae – Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri, Jawa Timur, menghadirkan Unit Layanan Disabilitas (ULD). Unit yang baru berdiri dua bulan ini menjadi pionir di wilayah Kediri, sekaligus simbol komitmen kampus dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang setara bagi semua kalangan.

Ketua Unit Layanan Disabilitas UNP Kediri Novi Nitya Santi mengatakan bahwa di unit ini, mahasiswa penyandang disabilitas bisa mendapatkan pendampingan penuh.

Pendampingannya salah satunya adalah dalam proses pendaftaran beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

“Pendaftaran KIP khusus disabilitas akan sepenuhnya kami tangani. Unit layanan disabilitas akan merekomendasikan dan mendampingi mahasiswa sampai beasiswa benar-benar cair,” ujar Novi dalam keterangannya Kamis (23/10/2025).

Ia mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk nyata kesetaraan pendidikan. Dengan pendampingan menyeluruh, mahasiswa disabilitas diharapkan memiliki motivasi dan kepercayaan diri yang sama dengan mahasiswa lain.

Novi mengungkapkan, beberapa mahasiswa disabilitas UNP Kediri telah membuktikan diri mampu berprestasi di dunia kerja. Salah satunya bahkan berhasil lolos seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Kepegawaian Daerah Jawa Timur.

“Cerita itu menunjukkan bahwa mahasiswa disabilitas bisa berprestasi luar biasa. Kami ingin mereka semua punya kesempatan yang sama untuk sukses,” ujarnya.

Dirinya juga mengatakan UNP Kediri tercatat sebagai kampus pertama di wilayah Karesidenan Kediri yang memiliki Unit Layanan Disabilitas resmi. Program ini juga menjadi bagian dari hibah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Selain meningkatkan mutu akreditasi, kehadiran ULD mempererat kerja sama kampus dengan pemerintah daerah dalam mendukung mahasiswa berkebutuhan khusus agar dapat belajar dengan nyaman dan produktif.

“Keberadaan ULD ini menambah nilai plus akreditasi kami dan memperkuat posisi UNP sebagai kampus peduli kesetaraan pendidikan,” jelas Novi.

Untuk memperkuat kapasitas dosen, UNP Kediri telah menghadirkan Prof. Asep Supena dari Universitas Negeri Jakarta dalam program penyamaan persepsi tentang pendidikan inklusif.

Kampus juga berencana membentuk relawan lintas program studi guna mendampingi mahasiswa disabilitas dalam kegiatan akademik.

Saat ini, ULD UNP Kediri melakukan pemetaan mahasiswa disabilitas di semester pertama dan ketiga, mencakup empat kategori utama yakni fisik, sensorik, mental, dan intelektual. Mayoritas mahasiswa yang terdata masih berasal dari kategori disabilitas fisik.

Salah satu penerima manfaat ULD adalah Safira (20), mahasiswi Pendidikan Ekonomi asal Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.

Ia merasa terbantu dengan adanya ULD tersebut. Dirinya adalah penyandang disabiltias sejak kecil, namun ia merasa tidak minder.

Bahkan, ia merasa bersemangat dalam belajar. Ia pun dapat kesempatan untuk mendapatkan beasiswa, yang dibantu pihak kampus.

Ia pun mengajak untuk semua yang ingin punya mimpi untuk tidak takut. Dengan belajar dan berjuang, mimpi itu bisa terwujudkan.

Ia berharap semakin banyak penyandang disabilitas berani melanjutkan kuliah.

“Keterbatasan bukan penghalang untuk sukses. Yang penting semangat dan percaya diri,” pungkasnya. (*)

BERITA TERBARU