Jumat, 17 April,2026

Tetap Semangat Mengaji, Penyandang Tuna Netra di Malang Tadarus Al Qur’an Braille di Bulan Ramadhan

Malang, kediriwae – Puluhan warga penyandang tuna netra di Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Jalan Beringin, Janti, Kota Malang, Jawa Timur, tetap semangat menimba amal di bulan Ramadhan 2025.

Mereka antusias mengikuti berbagai kegiatan yang digelar selama bulan Ramadhan mulai salat Tarawih, mengaji bersama hingga membaca Kitab Suci Al Qur’an Braille.

Salah satu penerima manfaat, Imam Faruqi, mengatakan selama bulan Ramadhan, dirinya bersama teman-temannya diwajibkan mengikuti seluruh kegiatan keagamaan yang diadakan di Masjid An Nur, komplek RSBN.

“Alhamdulillah kegiatan di bulan Ramadhan ini setiap tahun selalu diisi dengan kegiatan keagamaan. Hari pertama puasa di isi dengan membaca solawat, murotal dan qutub. Bahkan, nanti kita juga mengadakan lomba murotal dan hadits,” kata Imam Faruqi, Jumat (7/3/2025).

Kendati dirinya dan teman-temannya memiliki keterbatasan penglihatan, selama belajar tidak mengalami kendala apapun selama mengikuti kegiatan ramadan.

“Kita sudah terbiasa mandiri. Entah itu dalam kehidupan sehari-hari ataupun kegiatan keagamaan. Jadi kita disini diwajibkan untuk mengikuti kegiatan di masjid ini tanpa terkecuali, kecuali teman- teman yang ijin sakit atau teman-teman perempuan yang berhalangan,” ujar pria berusia 36 tahun, asal Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri ini.

Dia juga mengajak teman-temannya untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Semoga di bulan Ramadhan ini, teman – teman bisa memanfaatkan bulan ini untuk memperbanyak meraih pahala. Kita jangan pernah mengeluh atau lemah dalam menjalankan ibadah. Semoga setelah ramadan kita menjadi lebih baik lagi,” harap Imam Faruqi.

Sementara itu, Salsa (17) penyandang tuna netra perempuan asal Sidoarjo, mengaku di awal Ramadhan ini, menghabiskan waktunya untuk mengaji membaca Al Qur’an Braille.

“Saya hafalan surat – surat pendek. Sekarang ngaji sudah juz 29,” kata dia.

Ia mengaku mulai belajar membaca huruf braile sejak umur 13 tahun. Hingga kini, ia sudah lancar termasuk membaca Kitab Suci Al Qur’an Braille.

Kendati tidak mudah, karena belajar braille harus bisa menghafal titik timbul yang ada di braille, ia tetap semangat.

” Saya belajar braille sejak usia 13. Kesulitan Belajar braille karena kita harus menghafal code yang ada di braille,” jelasnya.

Sementara itu, Pengurus Masjid An Nur, Hadi, membenarkan bahwa kegiatan keagamaan sudah mulai digelar di hari pertama Ramadhan. Bahkan, para penerima manfaat juga diberi kesempatan untuk menjadi imam dan bilal selama Salat Tarawih.

“Kegiatan Ramadhan di sini akan dimeriahkan lomba membaca Juz Amma Braille dan Al Qur’an Braille arab, serta hafalan hadits dan artinya,” kata Hadi. (*)

BERITA TERBARU