Kediriwae -. Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kota Kediri, Jawa Timur, menggelar acara silaturrahim dan buka puasa bersama. Acara tersebut tidak hanya menjadi wadah kebersamaan, tetapi juga momentum kepedulian sosial dengan pemberian santunan kepada 100 anak yatim serta 750 paket sembako bagi keluarga duafa di sekitar Kelurahan Burengan, Banjaran, dan wilayah sekitarnya.
Ketua Ponpes Wali Barokah KH. Sunarto menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang bertepatan dengan hari ke-14 Ramadan. Beliau menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperkuat ukhuwah, memperkokoh silaturrahim, dan menebar kepedulian kepada sesama.
“Acara ini merupakan bentuk rasa syukur kami sekaligus memperkokoh ukhuwah dan silaturrahim. Kami ingin berbagi dan peduli kepada masyarakat, semoga Allah SWT menggantinya dengan kebaikan yang berlimpah,” ujar KH. Sunarto dalam keterangan yang diterima Kamis (5/3/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara, baik dari kalangan perorangan, lembaga, dunia usaha, maupun komunitas. Dukungan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian sosial adalah tanggung jawab bersama.
KH. Sunarto juga memohon maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan acara dan berharap kegiatan ini dapat terus dilestarikan sebagai tradisi positif di bulan suci Ramadan.
Dengan semangat berbagi dan kepedulian, Pondok Wali Barokah berkomitmen untuk terus hadir sebagai bagian penting dalam kehidupan masyarakat Kota Kediri.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat hadir dalam acara tersebut menilai kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Kediri untuk meneguhkan komitmen kebersamaan dan kepedulian sosial.
Ia juga menilai keterlibatan ulama penting untuk menjaga moral bangsa.
“Ada ulama yang menjaga nilai dan moral umat. Ada aparat yang menjaga stabilitas dan keamanan. Ada lembaga keuangan yang menjaga keseimbangan ekonomi. Ada pemerintah yang memastikan kebijakan berpihak pada masyarakat. Dan ada masyarakat yang menjadi ruh dari semuanya. Inilah wajah kota kediri yang sesungguhnya. Kolaboratif, rukun, dan saling menguatkan,” kata Mbak Wali.
Ia menambahkan, saat ini di tingkat nasional, pemerintah sedang bekerja keras menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat perlindungan sosial selama ramadan hingga Idul Fitri. Di tingkat provinsi, penguatan moderasi beragama dan sinergi antar elemen terus digelorakan. Semua itu bermuara pada satu tujuan, yaitu masyarakat merasa aman, tenang, dan sejahtera.
“Di Kota Kediri, kami berikhtiar menerjemahkan semangat itu dalam langkah nyata. Kami memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar, inflasi terkendali, bantuan sosial tepat sasaran, UMKM tetap bergerak serta, daya beli masyarakat selama ramadan tetap terjaga,” tambahnya.
Pihaknya juga terus memperkuat ruang-ruang dialog lintas agama dan organisasi agar kerukunan yang sudah terbangun tetap terawat dengan baik. Namun, sekuat apa pun kebijakan pemerintah, tidak akan pernah cukup tanpa dukungan dan doa dari para ulama serta, kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Kota Kediri akan kuat jika ulama dan umaro berjalan beriringan. Jika pesantren, organisasi keagamaan, pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat saling percaya dan saling menopang.
“Pondok Pesantren Wali Barokah hari ini telah memberi contoh. Kepedulian sosial yang rutin dilakukan setiap tahun adalah bukti bahwa keberagamaan harus melahirkan kebermanfaatan,” puji Mbak Wali.
Vinanda juga memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yatim. Pemerintah Kota Kediri akan terus berupaya hadir memastikan hak pendidikan dan perlindungan mereka terpenuhi. Kepada warga penerima manfaat, ia mengingatkan agar menggunakannya dengan bijak, sehingga bantuan itu dapat membawa keberkahan dan meringankan beban.
Acara ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimuddin Thoha, Kapolres Kediri Kota, Kodim 0809/Kediri, Brigif 16/WY, Yonifmek 521/DH, Wakil Ketua DPRD Kota Kediri, Kejaksaan Negeri Kediri, dan tamu undangan lainnya. (*)



