Jumat, 17 April,2026

Pesantren Wali Barokah Kediri Kembangkan ProKlim

Kediriwae – Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri, Jawa Timur, mengembangkan Program Kampung Iklim (ProKlim) di pondok pesantren, sebagai upaya turut menjaga lingkungan.

Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri KH Sunarto menjelaskan di pesantren mempunyai visi misi untuk turut serta menjaga lingkungan hidup. Pesantren ini sebelumnya telah meraih Eco Pesantren dan kini ingin mengembangkan ke ProKlim.

Ia juga berharap, nantinya program ini tidak hanya dirasakan oleh warga di lingkungan pesantren tapi juga masyarakat umum lainnya.

“Harapan kami ingin mengembangkan ProKlim sehingga tidak hanya dirasakan di lingkungan pesantren tapi juga di lingkungan masyarakat sekitar,” ungkapnya di sela seminar terkait dengan lingkungan hidup di Pesantren Wali Barokah Kediri, Sabtu (27/12/2025).

Ia menambahkan, program di pondok pesantren sebebarnya banyak. Selain Eco Pesantren ada program pemberdayaan masyarakat misalnya posyandu, yang juga diikuti oleh masyarakat di lingkungan pesantren dan masyarakat umum.

Dirinya menilai, dengan dukungan dari berbagai pihak, ProKlim di lingkungan pesantren ini tentunya bisa dijalankan dengan baik.

Ketua DPD LDII Kota Kediri Agung Riyanto menambahkan kegiatan seminar ini menjadi bekal yang bermanfaat untuk pengembangan Eco Pesantren sekaligus ProKlim di pesantren.

“Kami bekali santri agar mereka paham tentang lingkungan. Kan di pondok ada Eco Pesantren, konsep pondok pesantren yang mengintegrasikan antara pendidikan agama dan bagaimana kita menjaga lingkungan hidup,” ungkapnya.

Ia menambahkan, lingkungan berpengaruh sangat besar. Terjadinya bencana juga terkait dengan lingkungan. “Kalau lingkungan dijaga dengan baik, tentunya lingkungan akan menjaga kita. Kalau manusia merusak lingkugan, itu hukum alam yang bicara,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan dengan kegiatan ini, para santri bisa mendapatkan bekal dan tambahan wawasan untuk menjaga lingkungan dengan baik. Hal ini sesuai dengan tujuan pertama yakni membentuk generasi yang beriman, berkarakter dan peduli lingkungan.

Kemudian, untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan di lingkungan pesantren melalui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Dan yang ketiga, bagiamana agar menjadi agen perubahan dalam menjaga lingkungan, menjadi contoh positif bagi masyarakat di sekitar.

Sementara itu, Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Ridwan Salimin mengungkapkan pemerintah kota ikut memberikan pengawasan terkait lingkungan. Selain Eco-Pesantren (Pesantren ramah lingkungan), ProKlim menjadi hal yang juga diperhatikan.

“Eco Pesantren kami sudah lama gaungkan dan di Pesantren Wali Barokah Kediri ini sudah mencanangkan. Nanti kami kembangkan lagi kawasan ProKlim, ini sesuai tujuan kami di lingkungan pesantren,” ungkapnya.

ProKlim merupakan program nasional yang dikelola oleh pemerintah pusat. Program tersebut bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk adaptasi terhadap dampak perubahan iklim, kemudian mitigasi emisi gas rumah kaca hingga memberikan pengakuan atas upaya lokal dalam aksi iklim.

Pihaknya juga mengapresiasi pesatren ini mendapatkan penghargaan Eco Pesantren pratama dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur.

Ia berharap dengan penghargaan ini menjadi semangat untuk meningkat lagi menjadi madya termasuk nanti untuk pengembangan ProKlim di pesantren ini.

Dosen UGM Atus Syahbudin yang juga hadir dalam acara tersebut menyebut ada hubungan yang penting antara kiai dan santri sehingga berbagai program bisa terealisasi dengan baik.

“Kami temukan ada dua pilar tambahan pelestarian lingkungan yakni adanya kiai dan santri. Kalau di luar sana mungkin dianggap biasa, di dalam konteks Eco Pesantren dan ProKlim ini menjadi pilar kuat di pesantren,” kata dia.

Ia berharap, dengan sinergi yang baik program di pondok pesantren bisa menjadi multiplier effect (efek pengganda) ke lingkungan sekitar. (*)

BERITA TERBARU