Kediri – Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri, Jawa Timur, memberikan santunan ke anak yatim piatu serta duafa menjelang Hari Raya idul Fitri 2025.
Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri Kiai Sunarto mengatakan pemberian santunan ke yatim piatu diberikan untuk 100 anak serta duafa sebanyak 700 paket yang diperuntukkan bagi duafa di sekitar pesantren.
Ia mengungkapkan, pemberian bantuan ini diharapkan  bisa membantu, terutama bagi mereka yang membutuhkan sehingga kehidupan mereka sedikit banyak terbantu.
“Kami berkeyakinan banyak manfaatnya. Ke depan terus kami tingkatkan sasaran penerima bantuan baik dari yatim piatu dan duafa,” jelasnya kamis (20/3/2025).
Ia menambahkan bantuan yang diberikan untuk anak yatim piatu berupa uang tunai serta paket berisi Al Quran dan perlengkapan untuk Lebaran. Sedangkan untuk duafa, diberikan paket bahan pokok seperti beras, gula pasir dan kebutuhan lainnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kediri K.H. Qowimuddin Thoha mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Pesantren Wali Barokah Kota Kediri.
Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha hadir dalam Silaturahmi Forkopimda bersama ulama dan umaro Kota Kediri tersebut juga mengatakan bahwa selama lima tahun ke depan, akan bersama mewujudkan Kota Kediri yang Mapan, yakni Maju, Agamis, Produktif, Aman dan Ngangeni.
“Visi tersebut tidak akan terwujud tanpa adanya sinergi dan kolaborasi yang kuat dari seluruh elemen masyarakat termasuk di dalamnya para alim ulama dan para pimpinan daerah,” jelas Wakil Wali Kota Kediri.
Gus Qowim menambahkan bahwa betapa besar dan pentingnya peran para alim ulama dalam pembangunan sebuah kota. Ulama adalah suluh penerang, pembimbing moral dan spiritual, serta penjaga nilai luhur agama. Fatwa dan nasihat para ulama menjadi pedoman dalam mengambil kebijakan dan menjalankan pemerintahan yang amanah. Kehadiran para ulama inilah yang menjadi penyejuk dan penguat persatuan di tengah masyarakat.
Sinergi antara ulama dan umaro, menurut Wakil Wali Kota Kediri merupakan kunci penting dalam membangun kota yang rukun dan sejahtera. Maka dari itu, Gus Qowim mengajak saling mengisi dan berkontribusi sesuai dengan peran yang dimiliki. Selain itu, dengan sinergi dan kebersamaan akan mampu menghadapi berbagai tantangan yang ada.
“Kami Pemerintah Kota Kediri juga terbuka untuk menerima masukan dan saran dari para ulama dan umaro demi kemajuan Kota Kediri,” tutupnya.
Hadir pula, Ketua Yayasan Wali Barokah Ahmad Fawwaz, Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah Sunarto, Danbrigif Mekanis 16 Wira Yudha Kolonel Inf Taufik Ismail, Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Sudjono Teguh Widjaja, Kabag OPS Polres Kediri Kota AKBP Mukhlason, Sekretaris Daerah Kota Kediri Bagus Alit, asisten dan staf ahli, Kepala OPD Pemerintah Kota Kediri, Kepala BNN Kota Kediri Yudha Wirawan, Rektor IAIN Kediri Wahidul Anam, FKUB Kota Kediri, Ketua DPD LDII Kota Kediri Agung Riyanto, Ketua DPD LDII Kabupaten Kediri Agus Sukisno, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kediri Achmad Khoiruddin, Ketua PCNU Kota Kediri Abu Bakar Abdul Jalil, Camat se-Kota Kediri, serta pengasuh pondok pesantren se-Kota Kediri. (*)



