Sabtu, 18 April,2026

Lestarikan Sejarah, Anggota DPRD Kota Kediri Gelar Wayang Kulit

Kediriwae – Anggota DPRD Kota Kediri Choirudin Mustofa menggelar pagelaran wayang kulit, yang berlangsung di Lapangan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur. Kegiatan ini sebagai salah satu upaya melestarikan sejarah.

Mustofa mengatakan kegiatan melestarikan sejarah sangat penting, agar warisan budaya jawa tersebut tetap lestari dan tak hilang ditelan oleh peradaban zaman.

Menurut Tofa, sapaan akrabnya, wayang tidak hanya sekadar sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai media mengajar. Wayang juga sering digunakan sebagai alat pendidikan, terutama dalam menyampaikan nilai-nilai budaya dan moral kepada generasi muda. Kisah-kisah dalam pertunjukan wayang dapat membantu anak-anak maupun remaja memahami sejarah, kearifan lokal, dan konsep-konsep etika.

“Wayang itu bukan hanya di kalangan tua, tapi generasi muda juga perlu tahu dan ditunjukkan tentang budaya jawa. Ini agar tidak hilang, tidak lupa sejarah. Bahwa, wayang adalah budaya yang harus dirawat,” kata dia Sabtu (5/10/2024) malam.

Wayang juga telah ditetapkan oleh UNESCO sejak 7 November 2003 sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity atau karya kebudayaan yang mengagumkan di bidang cerita narasi dan warisan budaya yang indah dan berharga.

Penetapan wayang tersebut kembali masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO per tanggal 4 November 2008 di Istanbul Turki.

Masyarakat juga sangat antusias menonton pertunjukan kesenian wayang yang digelar semalam suntuk tersebut. Selain itu, banyak pula UMKM yang ikut serta berjualan, sehingga roda ekonomi masyarakat juga berputar.

Dalam pentas wayang tersebut menampilkan dalang Ki Minto Darsono dari Tulungagung dengan lakon Wahyu Pamomong. Kegiatan itu juga menghadirkan beberapa artis lokal. (*)

BERITA TERBARU