Kediriwae – Lebih dari 100 anak-anak yang tergabung dalam 12 tim sepak bola kelompok usia 10 tahun dan 12 tahun dari tiga kecamatan Kota Kediri, mengikuti festival Forum Sepakbola Generasi Indonesia (FORSGI) Kota Kediri 2026 di Lapangan Putra Utama Rejomulyo Kota Kediri, Jawa Timur.
Ketua FORSGI Kota Kediri Mujianto mengatakan kegiatan ini sengaja digelar untuk meningkatkan kualitas sepak bola di Kediri, khususnya. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai persiapan bagi Kediri untuk mewakili Jawa Timur dalam ajang kompetisi sepak bola tingkat nasional.
“Anak-anak di U-10 dan U-12 tahun lalu bisa mewakili Jatim dan tahun ini berusaha menjadi juara di nasional,” katanya di Kediri, Minggu (31/5/2026).
Ia menambahkan anak-anak sudah mempersiapkan diri. Hasil capaian pada 2025 juga menjadi acuan sehingga kompetisi di 2026 ini bisa menjadi juara.
“Nanti pertandingan tingkat nasional bulan Juli. Jadi kami fokuskan di training center. Anak-anak benar-benar dipersiapkan dan sudah siap untuk memajukan Kota Kediri di tingkat nasional untuk usia 10-12 tahun,” kata dia.
Ia juga menambahkan dari hasil kompetisi ini, nantinya yang menjadi juara mewakili untuk zona. Kota Kediri nantinya akan bertemu dengan tim dari Jombang, Mojokerto serta Kabupaten Kediri.
Pihaknya berharap dengan festival ini bibit-bibit unggul dalam dunia sepak bola akan semakin terasah. Keterampilan mereka juga bisa makin berkembang menjadi lebih baik lagi.
Sementara itu, Pembina FORSGI Kota Kediri Agung Riyanto mengatakan pembinaan sejak dini memang harus dilakukan. Festival ini sebagai salah satu upaya untuk mencari bibit-bibit unggul atlet sepak bola.
“Festival ini untuk melakukan pembinaan sejak usia dini, terutama kami mencari bibit-bibit atlet sepak bola. Di sini tidak hanya mencari bibit-bibit pemain sepak bola tetapi juga sejak sini kami menerapkan 29 karakter,” kata dia.
Ia menambahkan beberapa karakter tersebut di antaranya di pertandingan ini mereka harus menjaga kerukunan, kekompakan, kerja sama. Kemudian nanti juga saling memaafkan kalau tidak sengaja ataupun sengaja.
“Jadi, bagaimana sportivitas anak-anak kita bangun sejak dini, disiplin, kemudian tertib. ‘Ngaji yo, bal-balan yo, sekolah yo,’ sehingga harapan kita dari pembinaan sejak usia dini ini nanti akan muncul. Pemain-pemain sepak bola yang bisa kita andalkan baik tingkat lokal, nasional,” kata dia.
Ketua Asosiasi Kota Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askot PSSI) Kota Kediri Tomi Ari Wibowo mengapresiasi kegiatan ini.
Menurut dia, festival yang diikuti kelompok usia 10 tahun dan 12 tahun turut serta melatih bibit-bibit baru dalam dunia sepak bola.
“Jadi kami harapkan ini ikut kontribusi menciptakan pemain-pemain yang bagus. Dan harapan kita dari FORSGI nanti bisa membentuk tim. Baik itu tim Liga 4 ataupun Liga 3 ya. Karena dari pendanaan kami lihat juga kuat. Dari pembinaan mulai usia dini juga ada dan banyak pemain-pemainnya yang sudah kelas nasional,” kata dia.
Hadir dalam acara tersebut, perwakilan Pemkot Kediri, Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri Sudjono Teguh Widjaja, dan tamu undangan lainnya. (*)



