Kediriwae – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menyiapkan guru pendamping khusus sekolah inklusi baik jenjang TK, SD, dan SMP. Penyiapan dilakukan dengan forum grup diskusi (FGD), sehingga guru bisa saling bertukar pikiran dalam memberikan pendampingan.
Pj Wali Kota Kediri Zanariah menjelaskan sejak tahun 2017, Kota Kediri telah membuka PPDB jalur inklusi di 8 SD negeri dan 3 SMP negeri. Seiring berjalannya waktu, bertambah pula sekolah yang mengimplementasikan pendidikan inklusi.
Sesuai data dari Dinas Pendidikan, sudah ada 41 TK, 36 SD, dan 18 SMP yang mengimplementasikan. Penambahan sekolah inklusi ini juga didorong dengan adanya Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2023 tentang akomodasi yang layak untuk peserta didik penyandang disabilitas pada satuan pendidikan anak usia dini formal, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Peraturan ini juga menjadi pedoman Unit Layanan Disabilitas.
“Tentu dengan meningkatnya penerapan pendidikan inklusi di berbagai sekolah menjadi penting. Untuk melibatkan guru-guru pendamping khusus dalam diskusi mendalam mengenai praktik terbaik, tantangan, dan kebutuhan,” ujarnya Kamis (12/9/2024).
Pj Wali Kota Kediri menjelaskan sejak tahun 2017 hingga saat ini pasti ada banyak pengalaman yang dirasakan oleh para guru pendamping khusus. Dalam melaksanakan sekolah inklusi baik itu tantangan, hambatan, sekaligus strategi dan praktik terbaik yang ditemukan secara otodidak atau hasil brainstorming bersama.
Dimungkinkan selama ini collecting pengalaman dan penerapan strateginya hanya berkutat di internal sekolah saja. Sehingga ada perbedaan treatment di masing-masing sekolah. Maka melalui FGD ini para guru pendamping khusus dapat berbagi cerita dalam mengelola kelas. Supaya pengalaman dan strategi ini dapat melahirkan metode pembelajaran tepat di seluruh sekolah inklusi di Kota Kediri.
“Selain sharing session nanti juga akan ada sosialisasi dari Tim Unit Layanan Disabilitas. Saya harap seluruh peserta bisa berpartisipasi aktif. Semoga dari FGD ini dapat menghasilkan rekomendasi konstruktif dan terdeteksi kebutuhan apa saja yang perlu segera dipenuhi,” jelasnya.
Pada kesempatan ini, Zanariah menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terealisasinya sekolah inklusi di Kota Kediri. Terutama pada guru pendamping khusus. Harapannya serangkaian upaya yang telah dilakukan dapat mempermudah langkah dalam mengoptimalkan layanan sekolah inklusi. (*)



