Sabtu, 18 April,2026

ISNU Kota Kediri Titipkan Program Pembangunan Kepada Semua Calon Wali Kota

Kediriwae- Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Kediri, Jawa Timur, membuat program jaring aspirasi yang diikuti sarjana se-Kota Kediri. Kegiatan itu dilakukan untuk merumuskan agenda program pembangunan kota Kediri selama lima (5) tahun kedepan.

Ketua ISNU Kota Kediri Asror Yusuf menjelaskan jaring aspirasi para sarjana yang dilakukan oleh ISNU ini untuk merumuskan isu-isu strategis sebagai agenda pembangunan lima tahunan. Hasil rumusan isu tersebut oleh ISNU akan dititipkan kepada para Calon Walikota dan Wakil Walikota Kediri.

“Ini dilakukan ISNU sebagai bentuk kontribusi para sarjana dalam membantu menyelesaikan berbagai masalah pembangunan Kota Kediri,” jelasnya Senin (14/10/2024).

Asror menambahkan ISNU sebagai salah satu elemen masyarakat sipil akan mengawal agenda-agenda program pembangunan masyarakat kota kediri yang berorientasi pada peningkatan Sumber Daya Manusia dan kesejahteraan masyarakat seperti program pendidikan, kesehatan, ekonomi dan program pro rakyat lainnya.

“ISNU Kota Kediri akan menitipkan sejumlah agenda program pembangunan yang akan dirumuskan sebagai Suara ISNU dalam Agenda pembangunan Kota Kediri dengan penekanan pada layanan kebutuhan dasar masyarakat seperti lapangan pekerjaan, pendidikan, ekonomi dan kesehatan,” kata Asror yang juga Dosen IAIN Kediri ini.

Ketua Panitia Forum Jaring Aspirasi Sarjana Syamsul Umam menegaskan sejumlah isu-isu strategis muncul sebagai belanja masalah di Kota Kediri seperti, pendidikan, ekonomi, kesehatan, lapangan pekerjaan, dan lain-lain dalam menghadapi berbagai tantangan Indonesia Emas 2045.

Hal ini sekaligus menyambut adanya bandara dhoho. Kediri akan menjadi pusat kota dan pertumbuhan ekonomi baru di masa yang akan datang dan akan mengbah kota industri pengolahan menjadi kota ekonomi berbasis jasa, serta resesi ekonomi global yang berdampak juga bagi ekonomi Kediri

Dirinya menjelasakan isu pendidikan yang muncul antara lain, bagaimana pemerataan pendidikan berkualitas bagi masyarakat kota dan juga kelompok rentan serta difabel dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Kota Kediri diangka 84,50%, menurunkan Angka Putus Sekolah (APS) dan meningkatkan Angka Partisipasi Murni (APM) Sekolah di Kota Kediri, penyediaan 650 beasiswa Kuliah bagi warga Kota Kediri untuk S1, S2 dań S3.

“Selain itu adanya regulasi yang jelas seperti Peraturan Walikota soal pungutan atau iuran yang ada di sekolah terutama yang membenani orang tua siswa, forum juga mengusulkan adanya penguatan terhadap kelembagaan Madrasah Diniyah, TPQ/TPA serta adanya peningkatan insentif bagi guru madin dan ketersediaan anggaran yang cukup memadahi bagi Pondok Pesantren sebagai penggerak pendidikan karakter/budi pekerti di Kota Kediri sebagai kota religius,” ungkapnya.

Ia menambahkan dengan perhatian pada sektor tersebut, Indeks Kerukunan Umat Beragama meningkat setidaknya 0,25 point dari skor yang sudah dicapai, selain itu Indeks Pendidikan di Kota Kediri pada tahun 2023 diangka 0,79 % dalam lima tahun kedepan diharapkan naik menjadi 0,85% minimal naik 0,01% pertahunnya

Umam menambahkan di bidang ekonomi, forum juga mengusulkan agar ada kawasan ekonomi baru berbasis etnik dan budaya lokal yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung dan fasilitas lain termasuk promosi dan rekayasa lalu lintas yang mendukung kawasan ekonomi baru tersebut.

Adanya event juga ikut menggerakan ekonomi masyarakat, agar Indeks Daya Beli Kota Kediri yang semula 0,79% naik menjadi 0,87% selama 5 tahun kedepan, penyediaan bantuan modal usaha diperlebar sasaran dan ruang lingkupnya dengan persyaratan mudah tidak ribet, adanya pembinaan, pengembangan dan kurasi produk bagi UMKM, serta tersedianya 5000 lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, sehingga bisa menekan angka pengangguran terbuka yang mencapai 4,06% dengan pertumbuhan ekonomi dikota Kediri tahun 2023 hanya 1,92%

Umam menambahkan di bidang kesehatan forum juga mengusulkan adanya peningkatan layanan dasar kesehatan, yang mudah, ramah, cepat, akurat dan bersifat preventif yang tidak hanya berpusat pada rumah sakit dengan program yang konkrit dan ada indikator capaian program yang bisa dievaluasi, seperti penyediaan dokter spesialis dan tenaga medis yang mencukupi rasio kebutuhan kesehatan masyarakat, penurunan stunting serta angka kematian bayi, angka gizi buruk, penurunan penyakit menular seperti TBC dan penyakit menular lainnya.

“Sehingga masyarakat Kota Kediri bisa hidup secara sehat. Kami berharap Indeks Kesehatan Masyarakatnya juga meningkat sebesar 0,91%, dengan Indeks Kesehatan Masyarakat Kota Kediri 2023 hanya di angka 0,86%,” kata dia berharap.

Umam yang juga Dosen UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung ini menambahkan isu-isu strategis dan agenda program tersebut akan dirumuskan sebagai “Suara Sarjana” dalam Agenda Pembangunan Masyarakat Kota Kediri.

Rumusan tersebut bisa juga disebut sebagai belanja masalah. Diharapkan Pemerintah Kota Kediri ke depan harus berani belanja masalah di masyarakat

“Pada prinispnya ISNU sebagai organisasi netral, tetapi ISNU sebagai elemen masyarakat akan berkirim surat kepada semua Calon Walikota dan Wakil Walikota untuk berdialog dan menitipkan agenda program pembangunan kota kediri yang dirumuskan oleh para sarjana yang disebut sebagai suara sarjana dalam agenda Pembangunan Lima Tahunan Kota Kediri, dengan harapan program-program tersebut akan dimasukan dalam RPJMD Kota Kediri yang akan datang,” pungkas Umam. (*)

BERITA TERBARU