Sabtu, 18 April,2026

Dirut Bulog Tinjau Penyaluran Beras SPHP di Kediri

Kediriwae – Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melakukan pemantauan harga beras di Pasar Setono Betek bersama Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Forkopimda Kota Kediri.

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras sekaligus meninjau penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) di Kota Kediri, Jawa Timur.

Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa Program Stabilisasi Pasar dan Harga Pangan (SPHP) adalah penugasan Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada Perum Bulog mulai Periode Juli hingga Desember 2025.

Program ini merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk mengendalikan harga beras yang akhir-akhir ini mengalami kenaikan. Dengan adanya SPHP diharapkan harga beras akan lebih stabil, daya beli masyarakat terjaga dan pangan pokok utamanya beras selalu tersedia.

“Kami telah memasang informasi lengkap seperti harga jual, maksimal pembelian, bahkan Surat Pernyataan yang ditandatangani oleh penjual yang memuat komitmen dalam menjadi jaringan mitra Perum BULOG untuk menjual beras SPHP, kalau melanggar sanksinya tegas, bisa dikenakan hukuman hingga 5 tahun penjara sesuai peraturan perundang-undangan,” kata Rizal dalam keterangannya di Kediri, Rabu (16/7/2025).

Penyaluran beras SPHP tersebut dilaksanakan melalui jaringan terpercaya seperti pengecer di masyarakat, koperasi desa/kelurahan Merah Putih, Kios Pangan Binaan Pemerintah serta dapat bekerjasama dengan pemda setempat dalam Gerakan Pangan Murah (GPM).

Harga eceran tertinggi (HET) beras SPHP untuk wilayah Jawa adalah sebesar Rp12.500/kg dengan kemasan 5 kg. Masyarakat dapat membeli beras SPHP maksimal 2 kemasan dan tidak diperbolehkan menjual kembali beras SPHP yang telah dibeli.

Ia menjelaskan, sesuai penugasan oleh Kepala Bapanas bahwa terdapat ketentuan yang wajib dipatuhi mitra penyalur SPHP antara lain larangan mencampur beras SPHP dengan jenis beras lain.

Mitra penyalur SPHP juga dilarang menjual beras SPHP diatas harga HET. Selain itu, sistem distribusi Beras SPHP kini berbasis digital melalui aplikasi Klik SPHP. Hanya pedagang yang telah terdaftar dan memenuhi syarat yang dapat melakukan pembelian beras SPHP.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswatimendukung upaya dari Badan Pangan bersama Perum Bulog. Adanya beras SPHP ini dapat menjaga stabilitas harga. Tujuan dari beras SPHP ini untuk melindungi daya beli dan keterjangkauan harga bagi konsumen.

“Di sini juga hadir Forkopimda Kota Kediri harapannya kita bisa sama-sama memantau dan mengawasi pelaksanaan dari pendistribusian beras SPHP. Sehingga dengan harga yang terjangkau dan dipastikan beras ini tidak disalahgunakan,” terangnya.

Wali Kota termuda ini juga berkomitmen untuk berkolaborasi dengan Perum Bulog. Khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang di Kota Kediri.

Untuk pengawasan pendistribusian beras SPHP ini akan dilakukan sosialisasi baik ke penjual maupun masyarakat.

“Jangan sampai beras SPHP ini disalahgunakan dan merugikan masyarakat,” jelasnya. (*)

BERITA TERBARU