Kediriwae – Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, hadir dalam puncak acara harlah 1 abad pesantren ini. Acara ini digelar di area pesantren, Rabu (1/1/2025) malam.
Dalam kegiatan ini, juga dilakukan shalat berjamaah, dilanjutkan dengan Khotmil Qur’an dan Tahlil yang dipimpin oleh Gus H. Musthofa Hadi hingga waktu Isya.
Kemudian dilakukan pengajian Kitab Hikam yang disampaikan KH Nurul Huda Djazuli. Sebagai pengingat, kitab-kitab yang diajarkan di Al Falah memiliki sanad langsung dari ulama besar seperti Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari.
Panitia acara Gus H. M. Ma’mun mengungkapkan bahwa Harlah 100 Tahun Pondok Pesantren Al Falah Ploso bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk merenungkan perjalanan panjang pondok dalam melahirkan generasi penerus bangsa. Dengan berbagai program dan penghargaan, acara ini menjadi bukti nyata komitmen Al Falah Ploso dalam menjaga tradisi keilmuan sambil menjawab tantangan zaman.
“Semoga peringatan ini menjadi tonggak baru dalam upaya kita melanjutkan perjuangan para pendiri, membawa pesantren menuju abad berikutnya dengan penuh khidmah dan kontribusi nyata,” kata Gus H. M. Ma’mun.
Ia menambahkan, perjuangan Mbah Yai Djazuli dan Nyai Rodliyah menjadi inspirasi bagi kita semua. Seratus tahun bukan waktu yang singkat, namun ini baru awal dari perjalanan panjang khidmah pesantren untuk bangsa.
“Peringatan 1 abad ini adalah refleksi perjalanan bagi kami generasi penerus agar tetap istiqomah,” ujar dia.
Hadir dalam kegiatan ini Wapres periode 2019-2024 K.H. Ma’ruf Amin, Pengasuh PP Lirboyo, Kediri, K.H. Kafabihi Mahrus, mantan Ketua PBNU K.H. Said Aqil Siradj, hingga Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinataor Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta beberapa tokoh lainnya.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri tokoh kalangan pesantren seperti KH. Abdul Hakim Mahfudz dari Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Lukman Haris Dimyathi beserta rombongan dari Pondok Pesantren Tremas.
KH Muhammad Nasih beserta rombongan dari Pondok Pesantren Mojosari. KH Hasan Abdullah Sahal Pengasuh Ponpes Gontor Ponorogo, KH.Najih Maimoen Zubair Pengasuh Ponpes Al Anwar Rembang dan juga perwakilan pesantren yang pernah dijadikan nyantri KH Djazuli Ustman. (*)



