Kediriwae – Di Kediri, Jawa Timur, kaya akan berbagai objek wisata. Salah satunya adalah wisata alam Gua Selomangleng. Terletak di kaki Gunung Klotok (536 meter di atas permukaan laut/mdpl), gua ini mempunyai riwayat sejarah yang lama.
Gua ini menarik dan masuk sebagai situs cagar budaya. Di dalamnya banyak ditemukan relief. Salah satu relief yang paling menonjol adalah penampakan seorang perempuan cantik yang sedang bertapa. Perempuan itu digambarkan tengah bersila tepat diantara dua ruangan yang berada di kanan kirinya. Sejumlah literatur sejarah menyebutkan jika perempuan rupawan tersebut merupakan perwujudan Dewi Kilisuci, putri dari Raja Kediri Djojoamiluhur.
Hingga saat ini para wisatawan masih bisa melihat jejak pertapaan sang dewi yang masih terawat dengan baik. Di dalam gua tersebut, terdapat dua buah ruangan yang masing-masing berfungsi sebagai kamar tidur dan ruang tamu. Inilah kekuatan terbesar Gua Selomangleng sebagai salah satu obyek cagar budaya.
Konstruksi Gua Selomangleng tidak terlalu menjorok seperti halnya gua di Jawa Timur lainnya, sehingga memudahkan para pengunjung untuk menyusuri kedalamannya.
Eksotisme tersebut juga terasa makin komplit dengan dipertahankannya tiga makam keramat yang diyakini sebagai perintis wilayah Kediri. Makam itu adalah makam Tumenggung Mojoroto, Mbah Boncolono, dan Tumenggung Poncolono.
Makam ketiga leluhur itu berada di puncak bukit yang bejarak sekitar 100 meter dari Goa Selomangleng. Untuk mencapai ketiga makam tersebut, para pengunjung harus mendaki kurang lebih 460 anak tangga yang cukup menanjak. Sehingga diperlukan stamina dan persiapan fisik yang kuat untuk bisa mencapai puncak bukit tersebut.
Menuju ke lokasi Gua Selomangleng tersebut tidak sulit. Jalur juga sangat mudah dilalui, bisa menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat.
Masuk ke lokasi gua juga tarifnya sangat terjangkau. Lokasi parkir pun juga disediakan sehingga pengunjung tak perlu risau soal parkir.
Seiring meningkatnya kebutuhan wisata alam untuk menambah daya tarik sejarah lokasi ini, pemerintah mendirikan Museum Airlangga yang memiliki 292 koleksi benda purbakala. Diantaranya adalah arca peninggalan Kerajaan Kediri dan alat-alat ritual zaman dahulu.
Kondisi arca-arca tersebut juga masih dalam keadaan bagus meski dibuat pada abad XII silam. Dari ratusan koleksi yang ada, terdapat dua buah arca yang paling banyak menyedot perhatian.
Mereka adalah arca Dewa Siwa yang berukuran hampir dua kali tubuh orang dewasa serta sebuah jambangan besar yang diduga sebagai tempat membersihkan diri para bangsawan. Selain peninggalan berupa arca yang dipahat dengan media batu andesit, terdapat pula sebuah perahu kayu dan cikar dokar yang berusia ratusan tahun.
Selain itu, untuk menarik kunjungan wisatawan, pemkot juga menggelar beragam event di lokasi ini. Ada juga berbagai mainan anak yang membuat pengunjung makin betah berwisata di lokasi sejarah ini. (*)



