Kediriwae – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kediri, Jawa Timur, mengajak para pemuda di kota ini turtu serta menciptakan Pilkada 2024 berlangsung dengan damai.
Ketua FKUB Kota Kediri, K.H. Moch. Salim saat membuka dialog kebangsaan mengatakan bahwa dialog kebangsaan tersebut merupakan salah satu upaya menangkal intoleransi di Kota Kediri, terutama menjelang Pilkada serentak 2024.
“Para pemuda yang hadir dalam dialog ini adalah generasi penerus yang nantinya mereka ketika menjadi pemimpin. Kita harapkan nantinya generasi muda ini bisa menjadi pemimpin yang demokratis, toleran dan mengutamakan rakyat, bukan partai. Jadi yang terpilih nanti adalah milik rakyat,” ujarnya di Kediri, Rabu (11/9/2024).
Moch. Salim menambahkan, selama ini FKUB Kota Kediri selalu guyub rukun dalam menggalang dan melaksanakan berbagai kegiatan.
“Kota Kediri penuh kedamaian, keharmonisan sehingga aman dan kondusif. Jadi saya harapkan anak-anak muda saat ini bisa menjaga kedamaian dan keharmonisan Kota Kediri” ungkapnya.
Kepala Bagian Kesra Pemerintah Kota Kediri Ahmad Zainudin mengungkapkan bahwa dialog ini membawa dampak positif. Di Indonesia banyak keberagaman dan perbedaan, namun Kota Kediri merupakan kota yang ber Bhineka Tunggal Ika. Hal itulah yang harus dipahami generasi muda saat ini agar Pilkada damai dapat terwujud.
“Di antara perbedaan, kita harus tahu bahwa yang terpenting satu tujuannya, yaitu
Pilkada damai,” ujarnya.
Zainudin menekan bahwa inteleransi merupakan ancaman serius bagi kedamaian dan keharmonisan masyarakat Kota Kediri. Maka dari itu sesuai Dialog Kebangsaan yang disampaikan, Zainudin berharap para generasi muda bisa lebih pandai dan bijak dalam bermedia sosial.
“Sebagai generasi yang cerdas, para anak muda harus bisa memanfaatkan teknologi dengan baik. Jika dapat informasi dari sosial media, jangan hanya menerima apa adanya. Cari sisi positifnya, kalau belum jelas tabayyun, cari kebenarannya dan jangan asal share terlebih dahulu,” ungkapnya. (*)



