Kediriwae – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART), memberikan pelatihan literasi digital ke penyandang disabilitas di Kediri, Jawa Timur. Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian kepada mereka demi mewudjukan keseteraan.
Group Head Region East XLSMART, Dodik Ariyanto, menyampaikan pelatihan ini sebagai jembatan agar mereka mampu berdaya saing.
“XLSMART percaya bahwa teknologi adalah jembatan untuk membuka peluang setara bagi semua. Kami ingin membantu Teman Disabilitas agar semakin percaya diri, berdaya saing, dan mandiri secara ekonomi di era digital,” jelasnya Rabu (22/1/0/2025).
Lebih lanjut, Dodik menjelaskan bahwa Teman Disabilitas masih menghadapi keterbatasan dalam akses informasi dan kesempatan kerja. Karena itu, XLSMART berupaya menghadirkan pelatihan yang relevan dan aplikatif agar mereka dapat memanfaatkan kanal digital sebagai sarana untuk promosi usaha, peningkatan daya saing, dan pencapaian kemandirian ekonomi.
Head of Sales XLSMART Sidoarjo Madiun Eko Setiawan menambahkan program ini sebelumnya juga sudah digelar di beberapa daerah lain seperti Bengkulu, Bandung, Semarang.
Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang dimulai sejak Juni 2025. Di tahun 2025 ini, pertama kali pelatihan diselenggarakan secara offline di Bandung, lanjut dengan sesi online pada 10 dan 18 September 2025.
Tidak berhenti sampai di situ, lanjut lagi secara offline di Semarang, Bengkulu dan kali ini di Kediri. Rangkaian pelatihan akan di tutup dengan sesi online di 29 Oktober 2025, dengan target total sebanyak 500 Teman Disabilitas. nantinya akan berpartisipasi dalam rangkaian pelatihan XLSMART Peduli Disabilitas Berdaya 2025 ini, baik secara Offline maupun Online.
Di Kediri, kegiatan ini diikuti 23 orang penyandang disabilitas. Mereka mendapatkan edukasi tentang kecerdasan buatan atau AI, yang bisa mendukung dalam pengembangan usaha lewat media sosial.
“Sekarang ini fokus ke AI, karena hampir dimana-mana dibtuuhkan. Kalau AI diepgang yang salah hasilnya jahat, kami ajari ke orang yang benar hasilnya bermanfaat untuk semua,” kata Eko.
Peserta Teman Disabilitas terdiri dari Teman Tuli, Daksa, Netra (dan low vision), HoH, Fisik, Mental, Intelektual, hingga Dwarfisme yang tersebar di 65 Kota di pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, NTB, NTT, Papua.
Diharapkan masing-masing peserta Teman Disabilitas tersebut dapat sharing dan mengajarkan kembali ke minimal 2-3 Teman Disabilitas lainnya di Komunitas Disabilitas masing-masing, sehinggal total Penerima Manfaat bisa mencapai 1500 Teman Disabilitas.
Dalam penyelenggaraan rangkaian pelatihan XLSMART Peduli Disabilitas Berdaya 2025 ini, XLSMART berkolaborasi dengan Darut Tauhid Peduli (DT Peduli), Komunitas Bloggercrony Indonesia (BCC), Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI).
ada juga GERKATIN (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) Kota Kediri dan Kota Semarang, Komunitas (Disabilitas) Kitasama Kota Bengkulu, Komunitas Sahabat Difabel Semarang, Peak Performance Indonesia.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor mampu memperluas dampak sosial dan menghadirkan kesempatan yang setara bagi komunitas disabilitas.
Melalui pelatihan di Kediri, XLSMART menargetkan peningkatan kepercayaan diri, keterampilan digital, serta kemampuan wirausaha peserta disabilitas.
Diharapkan, mereka dapat menjadi pelaku usaha mandiri yang tangguh dan adaptif di era digital, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
XLSMART berkomitmen untuk terus memperluas akses terhadap pendidikan digital, pemberdayaan ekonomi, serta partisipasi inklusif di seluruh lapisan masyarakat, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang berfokus pada kesetaraan, inklusi sosial, pendidikan berkualitas dan pertumbuhan ekonomi.
Tri Karsa CSR XLSMART merupakan landasan utama program tanggung jawab sosial perusahaan, yaitu :
• Philanthropy, wujud kepedulian XLSMART berfokus pada bantuan kemanusiaan, kesehatan, dan dukungan bagi penyandang disabilitas. Diwujudkan melalui program XLSMART Peduli.
• Women Empowerment, berfokus dalam meningkatkan kapasitas, literasi digital, serta peran strategis perempuan dalam pembangunan, sekaligus mendukung pencapaian SDGs di bidang kesetaraan gender, inklusi sosial, dan pemberdayaan ekonomi. Dijalankan melalui program Sisternet, yang mencakup inisiatif seperti Female Future Leader, SheInspire, dan Bunda Pintar.
• Education, berfokus untuk memperluas akses pendidikan digital, meningkatkan literasi teknologi, dan mencetak sumber daya manusia yang kompeten di era digital, sejalan dengan SDGs terkait pendidikan berkualitas dan pengurangan kesenjangan. Dijalankan melalui program Teman Pintar Indonesia, yang meliputi Gerakan Donasi Kuota, Content Creator Academy, Pesantren Digital, Kelas Cerdas Digital, serta pemberdayaan Teman UMKM. (*)



