Kediriwae – Pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Kediri Deny Widyanarko – Hj Mudawamah mengaku lega telah melewati debat publik perdana dalam Pilkada 2024.
Deny mengaku, dalam tahapan debat publik tersebut merupakan sebuah kesempatan baginya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, terkait langkah ke depan yang akan mereka lakukan terutama dalam menjalankan program pembangunan dusun senilai Rp300 juta – Rp500 juta per dusun per tahun.
Pada kesempatan ini, figur pasangan calon bupati dan wakil bupati Kediri yang diusung oleh Partai Nasdem dan PKB itu juga menunjukkan komitmennya sebagai seorang pemimpin yang berintegritas.
“Selain menjelaskan tentang pembangunan dusun. Kami juga menyampaikan terkait bentuk tanggung jawab kami, bagaimana jika program pembangunan dusun itu dalam 2 tahun tersebut tidak berjalan, maka kami siap mundur sebagai kepala daerah. Komitmen ini kami ambil sebagai cerminan seorang pemimpin harus memiliki integritas. Komitmen tersebut telah kami lakukan dan disepakati dengan pembubuhan tanda tangan kontrak politik bersama masyarakat pada saat melakukan sambang dusun,” ucapnya, Sabtu (26/10/2024).
Sementara itu, usai menjalankan debat publik pertama ini, figur calon bupati yang identik dengan mengenakan blangkon hijau itu akan terus melanjutkan aktivitasnya untuk terus melakukan sambang dusun bersama wakil pasangannya Hj Mudawamah, sebagai upaya mereka untuk menggali permasalahan-permasalahan yang terjadi di tingkat bawah.
Pria yang lahir asal Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri itu menilai, jika peran pemerintah dalam mengimplemasikan kebutuhan masyarakat seringkali tidak tepat sasaran dan tepat guna.
“Seringkali sesuatu yang dikatakan baik di atas belum tentu baik dan tepat di bawah. Misalnya petani dibantu pemberian bibit namun di bawah tidak sesuai dengan speknya, sehingga petani pada saat menanam tidak memperoleh hasil yang cukup maksimal”.
“Begitu juga dengan UMKM yang banyak dibantu namun kurang adanya pendekatan dari petugas, maupun peran pemerintah untuk bisa mengajak dan memberikan solusi bagaimana pelaku UMKM ini dapat naik kelas. Oleh karena itu, dalam hal ini perlunya kehadiran figur seorang pemimpin daerah untuk turun langsung dan menemui masyarakat untuk menyerap aspirasi-aspirasi mereka sesuai dengan kebutuhan mereka, dan itu akan saya lakukan ke depan jika saya terpilih,” terangnya.
Seperti diketahui, dalam proses debat publik kemarin, H Deny Widyanarko dan Hj Mudawamah terlihat cukup tenang dalam pembawaan diri pada saat menjalani proses debat publik perdana yang berlangsung di Hall IKCC Kota Kediri.
Deny dan Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Kediri, Mudawamah dinilai cukup visioner dan berpengalaman dalam menyikapi sejumlah pertanyaan maupun materi debat yang telah disusun oleh para panelis debat publik yang terdiri dari kalangan akademisi dan tokoh masyarakat.
Dengan bahasa yang merakyat, serta ditunjang dari figur seorang pengusaha, dan juga pengetahuannya mengenai sekelumit permasalahan yang terjadi di tingkat bawah dari hasil sambang dusun yang telah dilakukan, pasangan nomor urut satu terlihat cukup cakap dan realistis dalam menyampaikan sejumlah paparan dan gagasan pemikiran.
Atas personal figur yang dibangun di ajang debat publik pertama tersebut, Deny Widyanarko-Mudawamah mendapatkan simpati dari banyak masyarakat di Kabupaten Kediri.
Seperti yang diungkapkan oleh Sunaryo. Warga asal Kabupaten Kediri ini menilai jika Deny Widyanarko dan Mudawamah ialah cerminan dari figur pemimpin yang merakyat.
“Itu bisa dilihat dari cara Pak Deny berbicara terkesan kalem, dan menggunakan gaya bahasa yang merakyat, sehingga masyarakat sangat mudah memahaminya. Selain itu, dari segi pola berpikirnya cukup visioner untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang saat ini tengah dihadapi oleh masyarakat,” ujarnya. (*)



