Jumat, 17 April,2026

Berikut Diagnosis Gangguan Kesehatan Mental

Kediriwae – Untuk mendiagonis adanya gangguan kesehatan mental, dokter ahli jiwa atau psikiater akan mengawali diagnosis gangguan kesehatan mental dengan wawancara medis dan psikiatri.

Mulanya, dokter akan bertanya mengenai riwayat gejala pada pengidap dan penyakit pada keluarga.

Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengeliminasi kemungkinan adanya penyakit lain.

Jika memang perlu, dokter akan meminta pengidap untuk melakukan tindakan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan fungsi tiroid, skrining alkohol dan obat-obatan, serta CT scan untuk mengetahui adanya kelainan pada otak.

Sementara itu, jika tidak menemukan adanya potensi kondisi medis lain, dokter akan meresepkan obat dan terapi yang sesuai.

Kadang, mengikuti tes sederhana seperti depression test yang ada di Halodoc juga bisa membantu mengenali kondisi kesehatan mental.

Kamu juga tidak boleh melakukan diagnosis sendiri terhadap kesehatan mental yang dialami.

Pengobatan Gangguan Kesehatan Mental
Ada beberapa cara penanganan gangguan kesehatan mental yang bisa menjadi pilihan sesuai dengan kondisi yang terjadi pada pengidap, yaitu:

  1. Psikoterapi
    Pertama, penanganan dengan psikoterapi. Ini merupakan jenis terapi dengan media yang aman untuk mengungkapkan perasaan dan memberikan saran yang sesuai.

Dalam situasi ini, psikiater akan memberi bantuan dengan membimbing pengidap dalam mengontrol perasaan.

Sementara itu, psikoterapi beserta perawatan dengan menggunakan obat-obatan merupakan cara yang paling efektif untuk mengobati penyakit kesehatan mental.

Contohnya cognitive behavioral therapy, exposure therapy, dialectical behavior therapy, dan sebagainya.

  1. Obat
    Pemberian obat-obatan untuk mengobati penyakit kesehatan jiwa umumnya bertujuan untuk mengubah senyawa kimia pada otak.

Beberapa obat tersebut berupa golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), serotonin-norepinephrine reuptake inhibitor (SNRIs), dan antidepresan trisiklik.

Dokter biasanya akan mengombinasikan resep obat dengan psikoterapi untuk hasil pengobatan yang lebih efektif.

Bipolar dan skizofrenia merupakan dua dari berbagai jenis gangguan mental yang umum terjadi.

  1. Perawatan intensif di rumah sakit
    Dokter dan ahli kejiwaan akan menyarankan rawat inap jika pengidap membutuhkan pemantauan ketat terhadap gejala masalah kesehatan jiwa yang dialami.

Selain itu, perawatan intensif juga mungkin perlu apabila pengidap menunjukkan kondisi gawat darurat misalnya percobaan bunuh diri.

  1. Supporting group
    Support group umumnya memiliki anggota pengidap penyakit kesehatan mental yang sejenis atau mereka yang sudah dapat mengendalikan emosinya dengan baik.

Ketika melakukan sesi grup, orang-orang berkumpul untuk berbagi pengalaman dan membimbing satu sama lain menuju pemulihan yang lebih tepat, cepat, dan optimal.

  1. Stimulasi pada otak
    Rekomendasi penanganan gangguan kesehatan jiwa lainnya adalah stimulasi pada otak.

Sederhananya, terapi ini berupa elektrokonvulsif, stimulasi magnetik transkranial, pengobatan eksperimental yang bernama stimulasi otak dalam, dan stimulasi saraf vagus.

  1. Rehabilitasi
    Pengobatan terhadap penyalahgunaan zat atau rehabilitasi memiliki tujuan utama untuk membantu menangani pengidap gangguan kesehatan mental yang terjadi karena ketergantungan akibat penyalahgunaan zat terlarang.
  2. Perawatan mandiri
    Selain penanganan medis dengan bantuan psikolog atau psikiater, pengidap juga bisa melakukan perawatan mandiri untuk mengatasi gangguan kesehatan mental.

Misalnya, mengubah pola hidup dan pola makan sehat, dan mampu mengelola stres dengan baik.

Selain itu, perawatan mandiri bersamaan dengan penanganan medis bisa membantu mempercepat proses pemulihan, memantau kondisi kesehatan, dan mengenali apa saja yang menjadi pemicu terjadinya gangguan psikologi tersebut.

Penanganan gangguan kesehatan mental perlu dilakukan sesegera mungkin.

Pencegahan Gangguan Kesehatan Mental
Selain itu, kamu juga bisa melakukan beberapa upaya untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan jiwa antara lain:

Melakukan aktivitas fisik dan tetap aktif secara fisik.
Membantu orang lain dengan tulus.
Membiasakan berpikir positif.
Memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah.
Mencari bantuan profesional jika memang kamu memerlukannya.
Menjaga hubungan baik dengan orang lain.
Memastikan tubuh mendapatkan cukup waktu istirahat.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika diri sendiri atau kerabat menunjukkan gejala masalah kesehatan jiwa secara terus-menerus dan tidak membaik, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis jiwa atau psikiater untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Sebab, diagnosis dan penanganan dini bisa membantu pengidap sembuh dari kondisi yang mereka alami, melakukan aktivitas harian dengan normal, dan terhindar dari risiko komplikasi gangguan kesehatan mental yang serius dan berbahaya. (*)

BERITA TERBARU