Jumat, 17 April,2026

Bamag Kabupaten Kediri Deklarasi Dukung Dhito-Dewi

Kediriwae – Badan Musyawarah Antar-Gereja (Bamag) Kabupaten Kediri mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon Bupati – calon Wakil Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana – Dewi Mariya Ulfa di Pilkada 2024.

“3,5 tahun ini kami merasakan sesuatu yang berbeda dengan lainnya. Di sektor pendidikan utamanya insentif guru sekolah minggu, semua telah dicover pemerintah,” kata Ketua Bamag Kabupaten Kediri Yeremia Puryanto dalam rilisnya, Minggu (13/10/2024).

Menurutnya, prestasi pasangan Dhito-Dewi dalam memperhatikan kesejahteraan guru pendidikan non formal menjadi kesan terbaik. Yeremia menyebut, pemberian insentif guru sekolah minggu diakui sangat membantu guru pendidikan nonformal untuk meningkatkan kualitas belajar.

Yeremia meyakini ke depan program pembangunan di Kabupaten Kediri akan semakin berkembang.

Salah seorang warga, Teguh Sumadiono mengatakan program insentif menjadi apresiasi pemerintah daerah terhadap peran seorang guru sekolah Minggu.

Sejak dirinya mengabdi menjadi guru sekolah Minggu, Teguh mengaku belum pernah menemukan program insentif bagi guru pendidikan nonformal. Dia pun berharap agar kuota insentif bagi guru sekolah minggu tetap dipertahankan.

“Kami mohon untuk periode berikutnya nanti agar insentif untuk guru sekolah Minggu jangan dikurangi,” kata warga Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri ini.

Sementara itu, calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berjanji melanjutkan program yang selama ini telah dijalankan. Termasuk melanjutkan empat sektor yang menjadi prioritas di periode pertama. Ada sektor pendidikan, kesehatan, sosial, infrastruktur.

Di sektor pendidikan, program insentif bagi guru pendidikan nonformal menjadi upaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Bagaimana nantinya nasib umat Kristiani, Hindu, Muslim, dan umat agama yang diakui di negara ini kalau sampai tidak ada guru agama yang mengajar,” kata Dhito.

Selain itu, pihaknya juga intensif mendorong para guru berinisiatif mendirikan usaha mandiri. Hal ini bertujuan agar para guru tidak hanya bergantung pada program insentif dalam meningkatkan roda perekonomian. (*)

BERITA TERBARU