Kediriwae – Cabang olahraga sepak takraw Jawa Timur berhasil meraih medali emas dan perunggu dalam Pekan Olahraga Nasional XXI tahun 2024 di Aceh dan Sumatera Utara. Salah satu atlet adalah dari Kediri yakni Ayu Fitriani (18).
Ayu mengaku bangga dengan capaian ini, apalagi cabang olahraga ini terakhir mendapatkan medali emas pada 2012 di PON. Dengan perolehan medali emas di PON 2024 membuat ia dengan tim makin bersemangat olahraga.
Ayu yang warga Kelurahan Bence, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri ini mengaku sudah sejak kelas empat sekolah dasar latihan sepak takraw. Ia awalnya diberi masukan guru sekolah dasarnya sehingga menekuni olahraga ini.
“Awalnya dari guru sekolah dasar (SD) Pak Sunoto, sekarang sudah pensiun, akhirny gabung ke klub. Saya minat, dan cocok,” jelasnya Senin (23/9/2024).
Ia juga menambahkan, orangtuanya sangat mendukung pilihan untuk fokus di cabang olahraga ini. Ayah dan kakaknya adalah atlet bola voli sedangkan ibunya adalah atlet lari, sehingga keluarga juga sangat mendukung.
Ayu menambahkan dirinya dengan tim berjuang keras dalam laga di PON 2024 tersebut hingga akhirnya kontingen sepak takraw dari Jawa Timur bisa meraih medali.
“Di PON dapat juara 1 dan juara 3. Untuk juara 1 medali emasnya dari beregu dan juara 3 yang medali perunggu tim dobel,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Bence, Kota Kediri, Vivi Rosidiana mengaku sangat bangga ada warga di lingkungannya yang meraih prestasi di tingkat nasional.
Menurut dia, capaian itu bisa menjadi inspirasi terutama bagi anak muda lainna untuk terus berprestasi di bidang yang digelutinya.
Vivi yang merupakan tokoh warga di Kelurahan Bence tersebut mengajak para remaja terutama di Kelurahan Pesantren, Kota Kediri untuk selalu fokus, menekuni bidang apapun yang diminatinya.
“Jatuh bangun itu biasa. Kalau dari aspek psikologis jatuh, menangis boleh setelah itu bangkit. Selain itu, support system di lingkungan terdekat juga adalah hal luar biasa. Menghasilkan medali emas dan perunggu luar biasa,” pungkasnya. (*)



