Sabtu, 9 Mei,2026

Anggota DPRD Kediri Jadi Guru Sehari Peringati Hari Guru

Kediriwae – Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kediri Imam Wihdan Zarkasyi menjadi guru sehari di SD plus Rahmat, Kediri, Jawa Timur, dalam momen memperingati Hari Guru Nasional.

Ia mengajar puluhan siswa kelas 4 dengan materi sains berbasis praktik sederhana melalui pesawat kertas. Aksi tersebut tak hanya menjadi momen edukatif, namun juga menghadirkan sosok Imam sebagai figur publik yang membumi, dekat dengan anak-anak dan dunia pendidikan.

“Saya memberikan materi tentang belajar sains lewat pesawat kertas,” katanya di sela kegitan mengarnya Selasa (25/11/2025).

Ia menjelaskan, pesawat kertas bukan sekadar permainan, tetapi sarana belajar mengenai sudut lipatan, arah angin, dan gravitasi. Dalam pandangannya, sains dapat hadir melalui hal-hal yang akrab di sekitar anak.

“Dalam praktik mengajar saya mengajak anak-anak untuk belajar membuat pesawat sederhana dari bahan-bahan yang mudah didapat,” jelas Imam.

Ia menambahkan tentang pentingnya pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Anak-anak lebih mudah memahami konsep jika media belajarnya tidak abstrak.

Imam menilai metode ini sebagai cara membuat sains tidak menakutkan, tetapi menyenangkan. “Ilmu pengetahuan tidak selalu berada di buku atau laboratorium,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Imam membagi siswa ke beberapa kelompok kecil. Ia memperagakan langkah-langkah pelipatan kertas, mulai dari dasar bentuk sayap hingga ekor pesawat. Setelah lipatan selesai, ia meminta anak-anak menguji hasilnya. Seisi kelas pun riuh melihat pesawat kertas terbang di antara bangku-bangku.

Dirinya senang karena anak-anak bisa belajar dengan baik. Mereka juga sangat antusias.

“Respon anak-anak sangat antusias, terbukti mereka ikut membantu dan aktif dalam proses praktik pembuatan pesawat kertas,” ujarnya.

Imam menambahkan kegiatan tersebut tak berhenti sebagai simbol perayaan Hari Guru Nasional melainkan bahwa pendidikan tidak sepenuhnya berada di tangan sekolah.

“Inisiatif ini adalah salah satu upaya agar wali murid ikut berkontribusi dan mendukung program sekolah, sehingga bisa terjadi keterlibatan antara wali murid dengan sekolah,” jelasnya.

Ia pun mengajak wali murid lain berani mengambil peran aktif. “Hari Guru Nasional tidak hanya dirayakan oleh guru, tetapi juga oleh semua pihak, termasuk wali murid, untuk mendukung dunia pendidikan,” terangnya.

Dirinya juga menyinggung pesan besar yang tengah dihadapi dunia pendidikan. Ia menekankan, teknologi membuat batas interaksi anak dengan dunia luar semakin tipis, sehingga guru harus memiliki peran sebagai penjaga nilai.

Imam juga menegaskan DPRD Kota Kediri terus mengawal kebijakan untuk tenaga pendidik.

Kegiatan guru sehari tersebut mendapatkan apresiasi dari pihak sekolah. Guru kelas 4C SDIT Rachmad, Eni Mas’udah, menyebut kehadiran Imam sebagai pengajar adalah kehormatan.

Eni mengatakan kegiatan serupa pernah dilakukan tahun lalu, tetapi berlangsung di rumah Imam. Baru kali ini konsepnya berbeda yang datang ke kelas dan mengajar langsung.

“Ini adalah pertama kalinya ada sosok anggota dewan yang datang ke sekolah dan mengajar langsung kepada murid-murid,” katanya.

Ia juga senang karena anak-anak belajar dengan antusias.

“Anak-anak sangat antusias terlihat jelas antusiasme mereka dan tidak ada yang malas-malasan,” ujarnya. (*)

BERITA TERBARU