Kediriwae – Di Kediri, marak mini soccer yang bisa dimanfaatkan sebagai lokasi latihan sepak bola bagi pencinta olahraga ini. Salah satunya adalah di Inzia Mini Soccer (IMS) Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Manajer Inzia Mini Soccer Desa Paron, Kabupaten Kediri Saifurrahman Nur Hasan, mengatakan lapangan ini dirancang sebagai ruang terbuka bagi berbagai kalangan, khususnya pecinta sepak bola, untuk berlatih, berkompetisi, sekaligus mewadahi aktivitas komunitas.
“Kami ingin tempat ini menjadi wadah bagi komunitas, sekaligus ruang untuk mencari bibit pemain, khususnya di cabang olahraga sepak bola,” katanya di Kediri, Minggu.
Ia menambahkan, selain sepak bola, lapangan ini juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana olahraga lainnya seperti tempat berkumpul masyarakat.
Manejemen juga sudah membuat lapangan ini dengan standar terbaik. Kualitas permukaan lapangan juga menjadi unggiulan termasuk pemantaan rumput sintetis yang digunakan didatangkan langsung dari pabrik di China. Adapun spesifikasi tingkat kerapatan (density) 16 ribu dan tinggi sekitar 6 sentimeter.
Menurut dia, kualitas rumput sintetis ini juga dimanfaatkan oleh salah satu klub sepak bola Liga Inggris, Tottenham Hotspur.
Ia menambahkan, lapangan mini soccer ini dibangun dengan ukuran 30 x 50 meter, dengan tambahan area di sisi kanan dan kiri sehingga total mencapai sekitar 54 x 56 meter.
Untuk menunjang aktivitas pemain, pengelola juga melengkapi fasilitas dengan ruang ganti (locker room) berpendingin udara, kamar mandi, serta area duduk bagi pemain dan pengunjung. Di kawasan tersebut juga tersedia kafe yang menyediakan minuman dan makanan ringan.
Ia pun mengatakan, sarana penunjang lainnya seperti tempat parkir juga cukup luas, mampu menampung sekitar 300 sepeda motor dan 50 mobil pengunjung.
Dirinya menyebut, masyarakat juga sangat antusias dengan adanya mini soccer ini. Apalagi saat ini olahraga dengan pemanfaatan mini soccer juga diminati.
Mereka yang memanfaatkan lapangan ini dari berbagai kalangan mulai pekerja, lapangan hingga komunitas. Mereka memanfaatkan lapangan ini setiap waktu, namun yang ramai mulai sore hingga malam hari, pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.
Ia pun menyebut, tarif yang diberlakukan juga relatif terjangkau yakni mulai Rp400 ribu per jam untuk pagi hari. Sedangkan untuk sore hingga malam tarif juga berbeda.
Pihaknya berharap dengan lapangan ini makin mendukung dunia olahraga.
“Harapannya, fasilitas ini bisa ikut mendorong perkembangan sepak bola di Kediri, baik dari sisi komunitas maupun pembinaan pemain,” ungkapnya. (*)



