Jumat, 17 April,2026

KONI Kota Kediri Lakukan Puslatkot 1 Maret 2026, Fokus Persiapan Porprov Jatim X 2027

Kediriwae – KONI Kota Kediri, Jawa Timur, resmi memutuskan Program Pemusatan Latihan Kota (Puslatkot) akan dimulai pada 1 Maret 2026 sebagai langkah awal persiapan menghadapi Porprov Jatim X 2027.

Ketua KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko, menjelaskan bahwa pelaksanaan Puslatkot akan dibagi dalam dua tahap guna memastikan proses pembinaan berjalan terukur dan efektif.

“Kami berharap seluruh cabor fokus dan serius melaksanakan Puslatkot. Dua tahun bukan waktu yang lama untuk mempersiapkan atlet menghadapi Porprov 2027,” tegas Koko dalam keterangannya di Kediri, Minggu (1/3/2026).

Ia menjelaskan, pada Tahap I yang dimulai 1 Maret 2026, Puslatkot akan difokuskan kepada atlet peraih medali pada Porprov Jatim IX 2025.

Kurang lebih 160 atlet dan 50 pelatih akan mengikuti program tahap awal ini. Mereka diproyeksikan menjadi tulang punggung kontingen Kota Kediri pada Porprov mendatang.

Setiap atlet akan menerima uang transport sebesar Rp1.000.000 per bulan, sedangkan pelatih mendapatkan Rp1.300.000 per bulan sebagai bentuk dukungan operasional pembinaan.

Untuk Tahap II, yang akan dimulai pada Januari 2027, KONI Kota Kediri membuka peluang tambahan atlet dengan mekanisme seleksi sesuai regulasi Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres).

Seleksi akan mempertimbangkan rekam jejak keikutsertaan dan prestasi atlet dalam kejuaraan resmi, seperti:

  1. Kejuaraan Nasional (Kejurnas)
  2. Kejuaraan Provinsi (Kejurprov)
  3. Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas)
  4. Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda)
    Langkah ini diambil agar atlet yang masuk Puslatkot benar-benar memiliki potensi dan kesiapan kompetitif.

KONI Kota Kediri juga menegaskan bahwa pelatih yang tergabung dalam Puslatkot wajib memiliki sertifikasi resmi kepelatihan sesuai cabang olahraga masing-masing.

Selain itu, Bidang Binpres akan melakukan review berkala dan pendampingan langsung kepada seluruh cabor guna memastikan program latihan berjalan sesuai target dan regulasi.

“Bidang Binpres akan terus melakukan evaluasi dan pendampingan. Kami ingin pembinaan ini benar-benar terukur, bukan sekadar rutinitas latihan,” tambah Koko. (*)

BERITA TERBARU