Senin, 25 Mei,2026

Pemkot Kediri Ingatkan Santri tentang Jihad Modern dengan Intelektual

Kediriwae – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengingatkan kepada santri tentang jihad yang bukan lagi mengangkat senjata tapi di zaman modern adalah meningkatkan intelektual.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kota Kediri Bambang Priyambodo mengatakan peran santri penting untuk NKRI.

Ia mengingatkan tentang Resolusi Jihad sebagai seruan untuk membela Tanah Air dari penjajah oleh K.H. Hasyim Asy’ari.

“Resolusi jihad adalah kewajiban membela tanah air, hukumnya fardhu ain bagi setiap muslim yang mampu,” katanya dalam acara seminar memperingati Hari Santri Nasional 2025 dan Sumpah Pemuda di Pesantren Wali Barokah Kediri, Kamis (23/10/2025).

Bambang mengungkapkan bahwa jihad pada era modern bukan lagi dalam bentuk peperangan fisik, melainkan jihad intelektual, perjuangan melawan kebodohan dan kemalasan berpikir.

Dirinya mendorong para santri untuk menjadi agen perubahan dan inovasi di tengah kemajuan zaman.

“Kalian adalah penerus generasi bangsa, maka jadilah agen inovasi. Santri harus menimba ilmu tentang keduniaan dan keakhiratan sekaligus,” kata dia.

Ia juga mengingatkan agar santri mewaspadai tantangan zaman seperti penyebaran hoaks, pinjaman online ilegal, dan investasi bodong. Santri diharapkan tidak mudah terpengaruh arus informasi yang menyesatkan.

Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri K.H. Sunarto menekankan tentang pentingnya meneladani semangat perjuangan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, resolusi jihad yang dikeluarkan pada masa perjuangan merupakan tonggak penting peran santri dalam mempertahankan kedaulatan bangsa.

“Para santri yang lahir di atas tahun 2000 adalah generasi yang beruntung. Mereka harus melanjutkan cita-cita para pahlawan terdahulu,” ujar dia. .

Ia menambahkan, semangat persatuan yang diwariskan para pejuang harus terus dijaga oleh generasi muda.

Kiai Sunarto juga menegaskan pentingnya kesungguhan dan komitmen generasi muda untuk mewujudkan visi dan misi kemerdekaan tahun 1945.

“Saya berharap santri-santri di Pondok Pesantren Wali Barokah mampu berkontribusi nyata dan menjadi bagian dari Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut, selain dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kota Kediri, juga Kepala BNN Kota Kediri, serta Kepala Kemenag Kota Kediri.

Acara diikuti ratusan santri Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri. Mereka antusias mengikuti acara tersebut. (*)

BERITA TERBARU