Jumat, 17 April,2026

Katino Minta Mantan Walikota Kediri Transparan Soal Dana Hibah

Kediriwae – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Kediri Katino meminta Mantan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar untuk transparan dalam mengungkap data dana hibah.

Permintaan ini berujung saat Abdullah Abu Bakar memberikan sambutan di acara PCNU Kota Kediri dan terkesan mengungkit bantuan dana hibah yang diberikan ke PCNU.

Menurut Katino, transparansi data ini penting agar publik dapat mengetahui aliran dana yang diterima organisasi-organisasi sosial, salah satunya pada Yayasan Taman Pendidikan Rahmat dan Muhammadiyah.

“Mantan Walikota Kediri (Abdullah Abu Bakar) beberapa waktu lalu membuka data bahwa selama memerintah sudah menyumbang PCNU melalui anggaran APBD Kota Kediri sekitar 50 miliar selama 2018 – 2024. Nah, kalau berani membuka data bantuan hibah tersebut, seharusnya beliau juga membuka data bantuan ke organisasi sosial yang lain,” ungkapnya Minggu (6/10/2024).

Katino juga menambahkan bahwa keterbukaan ini tidak hanya penting bagi PCNU, namun juga untuk yayasan dan ormas lain. Masyarakat berhak mengetahui apakah organisasi seperti Yayasan Taman Pendidikan Rahmat dan Muhammadiyah juga menerima bantuan yang signifikan dari APBD. Menurutnya, hal ini akan menciptakan kejelasan dan menghindari spekulasi yang tidak perlu.

Katino menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat, agar tidak ada kesan bahwa dana hibah hanya diberikan kepada satu organisasi saja. Menurutnya, jika bantuan hibah untuk PCNU dapat dipublikasikan, hal yang sama juga harus dilakukan untuk yayasan atau ormas lainnya.

“Apakah Mantan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar juga pernah memberi bantuan untuk Yayasan Taman Pendidikan Rahmat, coba dibuka sekalian ada atau tidak? Apakah juga pernah memberikan bantuan kepada Muhammadiyah? Jadi kami berharap beliau membuka semuanya kalau memang pernah memberi bantuan dana hibah. Biar masyarakat terdidik, biar terang benderang. Karena itu memang fungsi pemerintah,” ujarnya.

Katino menekankan bahwa keterbukaan data ini penting agar masyarakat dapat melihat secara langsung distribusi dana hibah dari APBD. Langkah ini dianggap mampu menghentikan polemik dan spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait aliran dana bantuan yang diterima organisasi sosial di Kota Kediri.

Salah satu poin yang juga ditekankan oleh Katino adalah soal kepercayaan publik terhadap pemerintah. Dengan membuka seluruh data terkait hibah, bukan hanya untuk PCNU, masyarakat akan mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai alokasi dana yang dikelola oleh pemerintah daerah. Jika hanya satu organisasi yang dipublikasikan, sementara yang lainnya tidak, hal ini bisa menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat.

Pihaknya berharap mantan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dapat memberikan tanggapan dan transparansi terkait hibah kepada organisasi selain PCNU. Publikasi data yang lebih lengkap dan terbuka akan menjadi kunci untuk menyelesaikan polemik yang ada, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Mantan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar sekaligus suami cawali Kediri nomor urut dua, Ferry Silviana Feronica mengungkit bantuan yang pernah dikucurkan oleh Pemerintah Kota Kediri ke PCNU. Dalam sambutannya dia menyebut telah mengeluarkan anggaran puluhan miliar di eranya untuk NU Kota Kediri.

“Anggaran yang sudah kita keluarkan ya kurang lebih sekitar Rp50 miliar untuk kegiatan kegiatan masjid, musala. Lalu juga guru madrasah, diniyah itu juga kurang lebih sekitar 50-an (miliar) lebih. Jadi ini yang perlu saya sampaikan, karena dulu saya pernah ditanya, jane Pemerintah Kota itu ngetokne anggarane piro to dinggo (PCNU Kota Kediri),” ungkapnya dalam acara dengan PCNU Kota Kediri.

Mas Abu, sapaan akrabnya menambahkan anggaran untuk madin kurang lebih Rp2,5 miliar dalam satu tahun. Guru TPQ sebesar Rp4,9 miliar dan untuk majelis taklim sebesar Rp504 juta dalam kurun waktu satu tahun.

“Lalu dalam tahun 2018-2024 kami sudah mengucurkan untuk mushala, masjid, TPA, TPQ, PCNU itu sebensar Rp46 miliar. Itu besaran anggaran yang kami keluarkan pada waktu itu dan harapan kami ke depan tentu ini harus dirangkai kembali, dirakit kembali supaya ke depan kita bisa saling mengisi kekosongan di Kota Kediri,” jelasnya.

Ia menambahkan selama kepemimpinannya juga bekerjasama dengan NU untuk banyak hal termasuk perbaikan mushala dan masjid. (*)

BERITA TERBARU