Kediriwae – Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan kesehatan jiwa.
Faktor tersebut antara lain:
Wanita berisiko tinggi mengidap depresi dan kecemasan, sedangkan laki-laki memiliki risiko mengidap ketergantungan zat dan antisosial.
Wanita setelah melahirkan.
Adanya masalah pada masa kanak-kanak atau masalah gaya hidup.
Menjalani profesi yang memicu stres, seperti dokter dan pengusaha.
Memiliki riwayat anggota keluarga atau keluarga dengan penyakit mental.
Mempunyai riwayat kelahiran dengan kelainan pada otak.
Adanya riwayat penyakit mental sebelumnya.
Mengalami kegagalan dalam hidup, seperti sekolah atau kehidupan kerja.
Menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan terlarang.
Gejala Gangguan Kesehatan Mental
Gejala gangguan kesehatan jiwa bisa berbeda bergantung pada jenisnya.
Kendati demikian, gejala umum dari kelainan kesehatan ini yang bisa kamu kenali antara lain:
Berteriak atau berkelahi dengan keluarga dan teman-teman.
Delusi, paranoia, atau halusinasi.
Kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi.
Ketakutan, kekhawatiran, atau perasaan bersalah yang selalu menghantui.
Ketidakmampuan untuk mengatasi stres atau masalah sehari-hari.
Marah berlebihan dan rentan melakukan kekerasan.
Memiliki pengalaman dan kenangan buruk yang tidak dapat dilupakan.
Adanya pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.
Menarik diri dari orang-orang dan kegiatan sehari-hari.
Mendengar suara atau mempercayai sesuatu yang tidak benar.
Mengalami nyeri yang tidak dapat dijelaskan.
Menunjukkan perubahan suasana hati secara mendadak yang menyebabkan masalah dalam hubungan dengan orang lain.
Merasa bingung, pelupa, marah, tersinggung, cemas, kesal, khawatir, dan takut yang tidak biasa.
Perasaan sedih, tidak berarti, tidak berdaya, putus asa, atau tanpa harapan.
Merokok, minum alkohol lebih banyak dari biasanya, atau bahkan menggunakan narkoba.
Perubahan drastis dalam kebiasaan makan, seperti makan terlalu banyak atau terlalu sedikit.
Perubahan gairah seks.
Rasa lelah yang signifikan, energi menurun, atau mengalami masalah tidur.
Tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti merawat anak atau pergi ke sekolah atau tempat kerja.
Tidak mampu memahami situasi dan orang-orang. (*)



