Kediriwae – Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN Regional Office Malang —lembaga filantropi Islam yang berada di bawah naungan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengucurkan dana untuk intervensi masalah gizi di Desa Seketi, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Yayasan meluncurkan “Program Cegah Stunting” yang dipusatkan di Desa Seketi, tersebut. Program merupakan bentuk komitmen YBM BRILiaN dalam mendukung agenda nasional pemerintah untuk menurunkan angka prevalensi stunting.
Kepala Puskesmas Ngadiluwih, dr. Mustadhim, memberikan apresiasi tinggi atas inisiasi YBM BRILiaN. Menurutnya, masalah stunting tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan gotong royong semua pihak.
“Persoalan stunting harus ditangani secara bersama-sama dari lintas sektor. Kolaborasi seperti yang dilakukan YBM BRILiaN ini sangat krusial agar target kita mewujudkan Kabupaten Kediri zero stunting dapat tercapai dengan lebih cepat,” ujar dr. Mustadhim dalam keterangannya di Kediri, Sabtu (30/5/2026).
Ia menjelaskan dari hasil evaluasi program terdapat hasil yang menggembirakan setelah tiga bulan masa intervensi. Program ini menunjukkan hasil yang sangat positif.
Berdasarkan hasil monitoring bulanan terhadap Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB), tercatat bahwa dari total balita sasaran, sebanyak 33 balita atau sebesar 82,5% mengalami kenaikan berat badan yang sesuai dengan Kenaikan Berat Badan Minimal (KBM).
Secara statistik, persentase keberhasilan ini menunjukkan tren kenaikan yang signifikan setiap bulannya. Meski terdapat 5 balita (12,5%) yang mengalami penurunan berat badan, tim di lapangan mengidentifikasi bahwa hal tersebut disebabkan oleh faktor medis. Balita tersebut sempat jatuh sakit dan menjalani perawatan (MRS) sehingga nafsu makan menurun secara drastis.
Sementara itu, dalam programnya, yayasan itu melakukan pendekatan holistik dan peran tenaga ahli berdasarkan aspek Maqashid Syariah dalam menjaga keturunan (Hifdz An-Nahl).
YBM BRILiaN tidak hanya memberikan bantuan bersifat konsumtif. Dengan total anggaran sebesar Rp 109.700.000, lembaga ini menerapkan intervensi yang sangat terukur.
Dijelaskan bahwa salah satu kunci utama keberhasilan program ini adalah keterlibatan Tenaga Ahli Gizi. Kehadiran ahli gizi ini memastikan bahwa setiap paket makanan tambahan yang diberikan kepada balita memiliki komposisi mikronutrien dan makronutrien yang tepat. Hal ini bertujuan agar asupan yang diterima anak benar-benar efektif dalam menstimulasi pertumbuhan fisik dan kecerdasan otak.
Selain pemberian paket nutrisi harian, program ini mengedukasi orang tua melalui Kelas Gizi, seminar pola asuh (parenting), serta penyuluhan sanitasi. Langkah ini diambil karena stunting sering kali dipicu oleh minimnya pemahaman mengenai pangan bergizi dan kurangnya kesadaran akan kesehatan jangka panjang di lingkungan keluarga.
Adanya sinergi lintas sektor menuju Kediri Zero Stunting turut menjadi bagian dari keberhasilan intervensi ini. Adapun keberhasilannya tidak lepas dari kolaborasi harmonis dengan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Desa Seketi, Pihak Kecamatan Ngadiluwih, hingga Puskesmas Ngadiluwih.
YBM BRILiaN juga berharap masyarakat di Desa Seketi memiliki kemandirian dalam menjaga pola hidup sehat. Sebagai lembaga di bawah naungan BRI, YBM BRILiaN terus berupaya menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah dari para karyawan BRI untuk kemaslahatan umat, salah satunya melalui peningkatan taraf kesehatan anak-anak Indonesia.
Diharapkan fondasi kesehatan yang telah dibangun selama ini juga dapat terus dilanjutkan secara mandiri oleh para orang tua demi masa depan anak-anak yang lebih cerah dan berkualitas. (*)



